• Jum'at, 17 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Guru SDN 009 sekaligus Trainer Google, Sevi bersama peserta didik saat menggunakan fasilitas Google Classroom dalam belajar mengajar, pada hari Kamis (16/7/2026). (Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Di balik pelaksanaan pembagian seragam sekolah gratis tahun ajaran 2026/2027, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memperkenalkan wajah baru pendidikan dasar. SD Negeri 009 Balikpapan Utara yang menjadi lokasi kegiatan tersebut ternyata merupakan satu-satunya Sekolah Rujukan Google (Google Reference School) di Kalimantan Timur dan menjadi salah satu dari dua sekolah dasar di Indonesia yang menyandang predikat tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan pemilihan SDN 009 bukan sekadar karena faktor lokasi, tetapi sebagai bentuk apresiasi atas berbagai prestasi yang diraih sekolah tersebut dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi.

"Menjadi Sekolah Rujukan Google tidak mudah. Di Indonesia baru ada dua sekolah dasar yang mendapat predikat itu, dan SDN 009 Balikpapan menjadi yang kedua. Di Kalimantan Timur, sekolah ini satu-satunya," ujar Irfan, pada hari Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, melalui program Google for Education, guru dan siswa SDN 009 aktif mengikuti pembelajaran kolaboratif secara daring bersama peserta dari berbagai negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia. Dalam forum tersebut, para pendidik berbagi praktik-praktik baik dalam penerapan pembelajaran digital.

Transformasi pembelajaran di SDN 009 didukung penuh oleh Pemerintah Kota Balikpapan melalui pengadaan sekitar 2.500 unit Chromebook yang didistribusikan ke sekolah-sekolah, penyediaan papan interaktif, serta layanan internet tanpa batas hasil kerja sama dengan PT Telkom.

"Anak-anak kita sekarang bisa belajar secara digital di kelas maupun di luar kelas. Semua itu berkat dukungan pemerintah terhadap transformasi pendidikan," katanya.

Salah satu inovasi yang dikembangkan sekolah adalah Gazebo Gemini, ruang belajar terbuka yang memungkinkan siswa mengikuti pembelajaran di luar kelas menggunakan Chromebook. Konsep ini diterapkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih fleksibel dan interaktif.

Selain unggul dalam digitalisasi, SDN 009 juga telah meraih predikat Adiwiyata Mandiri dan kini diusulkan sebagai Sekolah Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Bersama SMP Negeri 22 Balikpapan, sekolah tersebut menjadi percontohan pembangunan budaya integritas di lingkungan pendidikan.

Guru SDN 009 sekaligus Trainer Google, Sevi, mengungkapkan transformasi digital di sekolah dimulai sejak masa pandemi COVID-19. Saat itu, sekolah mulai memanfaatkan Google Classroom untuk mendukung pembelajaran jarak jauh.

"Sejak pandemi kami sudah mengenalkan digitalisasi kepada siswa melalui Google Classroom. Kemudian pada 2024 kami bergabung dalam program Google sehingga pengembangan pembelajaran digital semakin meningkat," ujarnya.

Saat ini, SDN 009 memiliki sekitar 870 unit Chromebook. Seluruh siswa kelas 3 hingga kelas 6 telah menggunakan perangkat tersebut, bahkan siswa kelas 4, 5, dan 6 diperbolehkan membawa Chromebook ke rumah sebagai penunjang proses belajar.

"Masing-masing siswa sudah menggunakan satu Chromebook. Dengan begitu mereka bisa tetap belajar di rumah dan penggunaan listrik di sekolah juga lebih efisien," jelas Sevi.

Ia mengakui tantangan utama dalam penerapan pembelajaran digital masih berkaitan dengan kestabilan jaringan internet dan pasokan listrik. Namun, sekolah terus mencari solusi agar proses belajar tetap berjalan optimal.

Menurut Sevi, keberhasilan SDN 009 menjadi Sekolah Rujukan Google tidak lepas dari konsistensi guru dan siswa dalam memanfaatkan akun Belajar.id sejak 2022. Aktivitas pembelajaran digital yang tinggi menjadi salah satu faktor yang membuat sekolah mendapat tambahan perangkat Chromebook dan dipercaya sebagai kandidat hingga akhirnya ditetapkan sebagai Sekolah Rujukan Google.

"Ini menunjukkan bahwa sekolah negeri di Balikpapan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan menjadi rujukan dalam pemanfaatan teknologi untuk pendidikan," tutupnya. (Las)



Pasang Iklan
Top