
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mendistribusikan sekitar 150 ribu stel seragam sekolah gratis kepada peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga pendidikan kesetaraan untuk tahun ajaran 2026/2027.
Program dengan anggaran sekitar Rp30 miliar ini tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban biaya pendidikan keluarga, tetapi juga diharapkan mampu menekan laju inflasi yang biasanya meningkat pada awal tahun ajaran baru.
Distribusi simbolis dilakukan di SD Negeri 009 Balikpapan, Kamis (16/7/2026). Penyaluran selanjutnya dilakukan secara bertahap ke seluruh sekolah negeri, swasta, madrasah, MTs, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kota Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas
"Ini tugas dan tanggung jawab kita. Alhamdulillah Pemerintah Kota Balikpapan tetap konsisten memberikan seragam sekolah kepada anak didik mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP," katanya, sebelum menyerahkan secara simbolis seragam sekolah gratis.
Rahmad mengatakan pemerintah berkeinginan melengkapi seluruh kebutuhan seragam siswa, termasuk seragam olahraga dan jenis seragam lainnya. Namun, realisasi penambahan bantuan tersebut masih bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
Menurutnya, kebijakan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan bagi daerah. Karena itu, peluang penambahan bantuan seragam akan disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kalau kemampuan keuangan daerah semakin baik, pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.
Rahmad menambahkan, selain menyediakan perlengkapan sekolah, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia para guru agar mutu pendidikan di Balikpapan semakin baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Irfan Taufik menjelaskan sebanyak 150 ribu stel seragam yang dibagikan terdiri atas tiga jenis, yakni seragam nasional, batik, dan pramuka.
"Setiap siswa menerima tiga jenis seragam. Program ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Balikpapan yang setiap tahun direalisasikan sebagai program prioritas," katanya.
Ia menjelaskan, selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa baru masih diperbolehkan mengenakan seragam dari jenjang sebelumnya. Seluruh penerima ditargetkan mulai menggunakan seragam baru pada 20 Juli 2026, bersamaan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar secara efektif.
Menurut Irfan, selain meningkatkan kepercayaan diri siswa karena seluruh peserta didik mengenakan seragam baru secara bersamaan, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Biasanya salah satu penyumbang inflasi daerah menjelang tahun ajaran baru adalah pembelian seragam sekolah secara bersamaan. Dengan program ini, beban orang tua berkurang dan potensi inflasi juga bisa ditekan," jelasnya.
Ia mengungkapkan nilai anggaran program seragam gratis tahun ini mencapai sekitar Rp30 miliar, meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya seiring bertambahnya jumlah penerima.
Meski demikian, proses pengadaan seragam masih melibatkan konveksi di luar Balikpapan. Menurut Irfan, industri konveksi lokal belum memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar dengan waktu penyelesaian dan standar kualitas yang ditetapkan pemerintah.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap seluruh peserta didik dapat memulai tahun ajaran baru dengan lebih percaya diri, sementara orang tua tidak lagi terbebani biaya pembelian seragam sekolah yang selama ini menjadi salah satu pengeluaran terbesar menjelang masuk sekolah. (Las)