• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ilustrasi siswa yang menunggu seragam gratis dari Pemprov.(Foto: AI/Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Harapan agar program seragam gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat diterima siswa sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai kembali mengemuka pada tahun ajaran 2026/2027. Sejumlah pihak menilai ketepatan waktu distribusi menjadi faktor penting agar manfaat program benar-benar dirasakan para siswa dan orang tua.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur, distribusi seragam gratis ke sekolah dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Sementara itu, kegiatan belajar bagi peserta didik baru telah dimulai sejak Juli.

Tenaga Pendidik SMKN 1 Samarinda, Mohammad Samhari, mengatakan program seragam gratis merupakan kebijakan yang sangat membantu, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Meski demikian, ia berharap distribusi tahun ini tidak mengalami keterlambatan seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

"Program ini sangat bermanfaat karena dapat mengurangi beban biaya pendidikan bagi orang tua. Yang kami harapkan sekarang adalah proses penyalurannya bisa lebih cepat sehingga siswa dapat mengenakan seragam bantuan sejak awal masuk sekolah, bukan setelah kegiatan belajar berjalan cukup lama," ujarnya, Kamis (16/7/26).

Menurutnya, pihak sekolah terus memberikan pemahaman kepada siswa dan orang tua agar tetap bersabar menunggu proses distribusi dari pemerintah. Sekolah juga memastikan seluruh data penerima bantuan telah disiapkan sesuai ketentuan.

Ia menjelaskan, sebagian siswa memilih membeli seragam secara mandiri agar dapat mengikuti kegiatan belajar dengan seragam lengkap. Namun, tidak sedikit pula yang masih menunggu bantuan dari pemerintah provinsi.

Pengalaman tahun lalu menjadi perhatian tersendiri bagi pihak sekolah. Saat itu, seragam gratis baru diterima beberapa bulan setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selesai.

"Kalau melihat pengalaman sebelumnya, seragam baru diterima sekitar November. Mudah-mudahan tahun ini prosesnya lebih cepat sehingga siswa tidak perlu menunggu terlalu lama," katanya.

Di SMKN 1 Samarinda sendiri, sebanyak 426 siswa yang telah menyelesaikan daftar ulang telah masuk pada pendataan sebagai calon penerima program seragam gratis.

Sementara itu, Koordinator Pokja 30, Buyung Marajo, meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keterlambatan distribusi justru mengurangi manfaat yang seharusnya diterima masyarakat.

"Program ini seharusnya dirancang dengan perencanaan yang matang. Kalau seragam datang setelah sekolah berjalan, orang tua terpaksa membeli sendiri. Artinya, tujuan untuk meringankan beban masyarakat menjadi kurang optimal," ujarnya.

Buyung menilai, besarnya anggaran yang dialokasikan program seragam gratis, yakni sekitar Rp65 miliar bagi puluhan ribu siswa di Kalimantan Timur, harus diimbangi dengan pelaksanaan yang tepat sasaran dan tepat waktu.

Ia juga meminta pemerintah mengevaluasi pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program agar keterlambatan serupa tidak kembali terjadi pada tahun-tahun mendatang.

"Siswa berhak menerima seragam sebelum kegiatan belajar dimulai. Pemerintah perlu memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai jadwal dan melakukan evaluasi terhadap seluruh prosesnya agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," tutupnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top