• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Potret sembako di Pasar Merdeka Kota Samarinda. Rabu (15/07/2026). (Foto: Abi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Harga mayoritas kebutuhan pokok di Kota Samarinda, termasuk di Pasar Merdeka, masih terpantau stabil pada pertengahan Juli 2026. Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, sebagian besar komoditas seperti beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih hingga daging ayam belum mengalami perubahan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.

Meski demikian, komoditas telur ayam ras mulai menunjukkan tren kenaikan. Di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Merdeka, harga telur ayam kini berada pada kisaran Rp 31.000 hingga Rp 33.000 per kilogram, naik tipis dibandingkan pemantauan sebelumnya yang berada di kisaran Rp 31.000 per kilogram.

Selain telur ayam, harga cabai rawit masih bertahan di level tinggi, yakni Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas lainnya relatif stabil. Beras medium dijual Rp 15.000–Rp 16.000 per kilogram, gula pasir Rp 19.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp 17.000–Rp 18.000 per liter, minyak goreng kemasan Rp 20.000–Rp 22.000 per liter, daging ayam broiler Rp 39.000–Rp 42.000 per kilogram, daging sapi Rp 160.000–Rp 165.000 per kilogram, bawang merah Rp 42.000–Rp 45.000 per kilogram, bawang putih Rp 36.000–Rp 38.000 per kilogram, serta cabai merah besar Rp 65.000–Rp 70.000 per kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional maupun distributor untuk memastikan pasokan tetap aman.

"Hasil pemantauan kami menunjukkan sebagian besar harga kebutuhan pokok masih stabil. Ada kecenderungan kenaikan pada telur ayam ras karena permintaan meningkat, namun stok di tingkat distributor dan pedagang masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan permintaan telur dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat, termasuk untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali berjalan di sejumlah wilayah.

Menurutnya, Disdag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berkoordinasi dengan distributor, peternak, dan pelaku usaha agar pasokan tetap terjaga.

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar distribusi berjalan lancar. Jika diperlukan, kami juga akan melakukan langkah-langkah stabilisasi sehingga kenaikan harga tidak berlangsung berkepanjangan," katanya.

Salah satu pedagang di Pasar Merdeka, Masjoh, mengakui harga telur mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan tersebut berasal dari tingkat distributor seiring meningkatnya permintaan pasar.

Namun, untuk komoditas lain seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu, harga masih relatif stabil sehingga aktivitas jual beli tetap berjalan normal.

"Kalau telur memang naik sedikit dibanding minggu lalu. Pembeli tetap ramai karena memang kebutuhan sehari-hari, tapi untuk beras, gula, minyak goreng dan tepung masih normal, belum ada kenaikan," katanya.

Pemerintah Kota Samarinda memastikan stok kebutuhan pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengawasan harga dan distribusi pangan akan terus dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas inflasi daerah sekaligus mengantisipasi potensi gejolak harga menjelang meningkatnya permintaan masyarakat. (*Abi)



Pasang Iklan
Top