• Kamis, 16 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Satuan Pendidikan SMAN 11 Samarinda, Indria Nirwana, Rabu 15/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : SMA Negeri 11 Samarinda resmi membuka Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi anak-anak usia 16 hingga 18 tahun yang belum mengenyam pendidikan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Program tersebut dilaksanakan setelah sekolah itu ditetapkan sebagai sekolah induk penyelenggara PJJ berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Vokasi Pendidikan Khusus Nomor 16 Tahun 2026. Rabu (15/7/2026).

Program ini disosialisasikan kepada para orang tua dan wali murid sebagai upaya memperluas akses pendidikan menengah bagi anak-anak yang terkendala mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Melalui sistem pembelajaran berbasis teknologi digital, pemerintah berharap semakin banyak anak usia sekolah yang tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA.

Kepala Satuan Pendidikan SMAN 11 Samarinda, Indria Nirwana, mengatakan penunjukan sekolahnya sebagai penyelenggara PJJ merupakan amanah sekaligus tanggung jawab agar menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif bagi masyarakat.

"Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 11 Samarinda melaksanakan Program Pendidikan Jarak Jauh berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Vokasi Pendidikan Khusus Nomor 16 Tahun 2026. Kami terpilih sebagai sekolah induk penyelenggara PJJ dan kami menyosialisasikan program tersebut kepada para orang tua maupun wali murid yang memiliki anak usia 16 sampai 18 tahun yang belum bersekolah," ujarnya.

Ia menjelaskan, PJJ dirancang sebagai alternatif pendidikan formal yang memberikan fleksibilitas kepada peserta didik tanpa mengurangi kualitas proses belajar mengajar. Seluruh kegiatan pembelajaran akan didukung teknologi digital dan dibimbing oleh tenaga pendidik yang profesional.

Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas, sehingga berbagai keterbatasan yang selama ini menjadi penghambat tidak lagi menjadi alasan untuk putus sekolah.

"Program Pendidikan Jarak Jauh ini bukan sekadar program tambahan, tetapi merupakan solusi pemerintah untuk menjangkau anak-anak yang selama ini sulit mendapatkan layanan pendidikan. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan dukungan guru-guru profesional, kami berharap setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil dan meraih cita-citanya," katanya.

Ia menambahkan, program tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan usia, khususnya anak-anak yang belum melanjutkan pendidikan di tingkat SMA. Pendaftaran telah dibuka sejak 1 Juli dan akan berlangsung hingga 30 Juli 2026.

Calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi atau tautan pendaftaran yang disediakan SMAN 11 Samarinda. Selain itu, masyarakat juga dapat datang langsung ke sekolah untuk memperoleh informasi sekaligus melakukan proses pendaftaran.

Dirinya mengajak para orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut agar anak-anak mereka tetap memperoleh hak atas pendidikan menengah.

"Kami mengajak seluruh orang tua dan wali murid yang memiliki anak usia 16 sampai 18 tahun yang belum bersekolah agar segera mendaftarkan putra-putrinya melalui website maupun langsung ke SMAN 11 Samarinda. Mari bergabung bersama kami untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda dan bersama-sama mewujudkan Kalimantan Timur menuju Generasi Emas," pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan Program Pendidikan Jarak Jauh ini, SMAN 11 Samarinda diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam menekan angka anak tidak sekolah di Kalimantan Timur, sekaligus memperluas akses pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Sementara, salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku, sangat mengapresiasi program dari sekolah tersebut.

"Dengan program ini, anak-anak kita tetap bisa memperoleh hak atas pendidikan menengah, " tutupnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top