
Suasana Nobar di Halaman Pendopo Bupati Kukar, Rabu (15/7/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Suara sorakan terdengar dari ratusan warga di halaman parkir Pendopo Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (15/7/2026) dini hari.
Meski digelar sejak tengah malam, antusias masyarakat tak surut untuk menyaksikan laga semifinal Piala Dunia (Pildun) 2026 antara Prancis dan Spanyol dalam acara nonton bareng (nobar) yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.
Tak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola kelas dunia, nobar tersebut juga berubah menjadi momen mempererat kebersamaan masyarakat.
Beragam usia, mulai dari anak muda hingga orang tua, tampak memenuhi lokasi sambil mengenakan atribut tim favorit masing-masing.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri yang turut hadir membaur bersama warga
Ia menyaksikan pertandingan hingga usai sambil berbincang santai dengan masyarakat yang hadir.
Usai pertandingan, Aulia mengatakan, kegiatan nobar akan terus berlanjut hingga laga puncak final Piala Dunia 2026.
"Kegiatan ini tidak berhenti di semifinal. Besok malam kita kembali menggelar nobar final di tempat yang sama. Kami mengajak seluruh masyarakat Kukar untuk datang dan menonton bersama," ujarnya.
Menurutnya, nobar bukan sekedar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi menjadi ruang silaturahmi yang mampu mempererat hubungan antarmasyarakat.
"Yang ingin kita bangun adalah semangat kebersamaan. Semua orang boleh mendukung tim favoritnya masing-masing, tetapi setelah pertandingan selesai kita tetap bersatu dan menjaga keharmonisan di Kukar," katanya.
Ia menilai olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan pilihan tim.
Saat ditanya mengenai tim yang dijagokannya pada partai final, ia mengaku tetap memberikan dukungan kepada Argentina.
"Kalau final, saya tetap mendukung Argentina," ucapnya.
Suasana nobar semakin seru karena panitia juga menyiapkan berbagai kuis berhadiah yang menghibur para penonton di sela-sela pertandingan.
Salah satu warga yang hadir, Dafa mengaku menikmati jalannya pertandingan yang berlangsung sengit hingga peluit panjang dibunyikan.
"Pertandingannya cukup tegang, benar-benar sengit. Memang sayang Prancis harus gugur di semifinal, tapi tetap seru untuk ditonton," katanya.
Tak hanya puas menyaksikan pertandingan, ia juga membawa pulang hadiah berupa beras setelah berhasil menjawab pertanyaan dari panitia.
"Saya juga cukup kaget bisa dapat hadiah. Tadi disuruh maju jawab pertanyaan, ternyata dapat beras. Alhamdulillah, rezeki," tuturnya. (*Zar)