• Kamis, 16 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Spanyol melalui videotron, Rabu (15/7/2026) dini hari.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kawasan Tugu Tangan di depan Rumah Jabatan Ketua DPRD Balikpapan berubah menjadi lautan suporter saat ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Spanyol melalui videotron, Rabu (15/7/2026) dini hari.

Layar raksasa yang menayangkan pertandingan dari Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, sukses menyulap ruang publik menjadi "stadion mini". Sorak sorai penonton pecah setiap kali kedua tim membangun serangan. Suasana semakin semarak dengan kibaran bendera, jersey kedua negara, hingga yel-yel yang bergema sepanjang pertandingan.

Antusiasme masyarakat membuat kawasan Tugu Tangan yang berlokasi di Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Gunung Sari dipenuhi penonton dari berbagai penjuru Balikpapan. Bahkan, akses kendaraan di sekitar lokasi sempat melambat karena padatnya warga yang memadati area nonton bareng. Kendaraan roda dua masih diberi ruang untuk melintas secara bergantian oleh para penonton.

"Luar biasa ramainya. Pendukung Prancis maupun Spanyol sama-sama memenuhi lokasi. Saya datang dari Kilometer 3 hanya untuk menyaksikan tim favorit saya bermain," ujar Iwan, salah seorang suporter Prancis.

Harapan Iwan melihat Les Bleus melaju ke partai puncak harus pupus setelah Spanyol tampil lebih efektif. Tim Matador membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22. Dominasi Spanyol berlanjut pada babak kedua ketika Pedro Porro menggandakan keunggulan pada menit ke-58 sekaligus memastikan kemenangan 2-0.

"Prancis sudah memainkan pemain-pemain terbaiknya, tapi tetap kalah. Tentu kecewa, tapi pertandingan tetap seru," katanya.

Berbeda dengan pendukung Prancis, kegembiraan justru menyelimuti kubu suporter Spanyol. Bela, warga Balikpapan Utara, mengaku sejak awal turnamen yakin La Furia Roja mampu melangkah hingga partai final.

"Spanyol memang tim favorit saya sejak awal piala dunia 2026 digelar. Saya optimistis mereka bisa menjadi juara dunia tahun ini," ujarnya sambil tersenyum.

Tak hanya menjadi ajang berkumpul para pencinta sepak bola, nonton bareng tersebut juga membawa berkah bagi pelaku usaha kecil. Pedagang salome, minuman dingin, makanan ringan hingga penjual keliling tampak sibuk melayani pembeli selama pertandingan berlangsung. Ramainya pengunjung membuat dagangan mereka laris manis sejak kick-off hingga peluit panjang dibunyikan dengan kemenangan Spayol atas Prancis dengan skor 2:0.

Sesekali gelak tawa terdengar ketika penonton saling melontarkan candaan, menciptakan suasana akrab meski mendukung tim yang berbeda. Kebersamaan itu menjadi warna tersendiri dalam kemeriahan semifinal Piala Dunia yang disaksikan ribuan kilometer dari lokasi pertandingan.

Usai laga, pendukung Spanyol merayakan kemenangan dengan mengibarkan bendera, membunyikan klakson kendaraan, dan melakukan konvoi secara tertib meninggalkan kawasan Tugu Tangan. Sementara pendukung Prancis memilih pulang dengan rasa kecewa, namun tetap mengapresiasi jalannya pertandingan.

Euforia tersebut menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar tontonan, tetapi juga menjadi perekat kebersamaan masyarakat. Melalui sebuah videotron di ruang publik, warga Balikpapan merasakan atmosfer layaknya berada langsung di stadion, sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM yang memanfaatkan ramainya pengunjung.

Dengan kemenangan 2-0 atas Prancis, Spanyol memastikan diri melangkah ke final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026. Kini, para pendukung La Furia Roja di Balikpapan berharap pesta kemenangan kembali terulang saat tim kesayangan mereka berburu gelar juara dunia. (Las)



Pasang Iklan
Top