• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, Senin (13/7/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengajak para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) Tahun Ajaran 2026/2027. Program tersebut menjadi momentum memperkuat ikatan emosional antara ayah dan anak sejak memasuki dunia pendidikan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan selama ini urusan sekolah, mulai dari pendaftaran hingga mengantar anak, lebih banyak dilakukan oleh ibu. Padahal, kehadiran seorang ayah juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter dan kepercayaan diri anak.

"Selama ini urusan pendaftaran sekolah biasanya lebih banyak dilakukan ibu. Melalui gerakan ini kami berharap para ayah ikut hadir, memberi semangat, perhatian, dan mendampingi anak di hari pertama sekolah," ujarnya, pada hari Senin (13/7/2026).

Menurut Bagus, perhatian yang diberikan ayah akan memperkuat hubungan emosional dalam keluarga. Terlebih bagi anak-anak yang baru memasuki jenjang pendidikan dasar, dukungan kedua orang tua menjadi bekal penting dalam proses adaptasi di lingkungan sekolah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan memberikan kelonggaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari pertama masuk sekolah. Apel pagi ditiadakan agar para ayah, khususnya yang berstatus ASN, memiliki kesempatan mengantarkan anak ke sekolah.

"Kami memberikan ruang kepada para orang tua, khususnya ayah yang berstatus ASN, agar dapat mengantar anak di hari pertama sekolah. Momen ini akan menjadi kenangan yang membanggakan bagi anak," katanya.

Bagus juga menaruh perhatian kepada anak-anak yang dibesarkan oleh ibu tunggal. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan munculnya perbedaan perlakuan di lingkungan sekolah.

Ia meminta para guru memberikan pendampingan yang sama kepada seluruh peserta didik serta memastikan tidak ada praktik perundungan terhadap anak dari keluarga single parent.

"Kita berharap tidak ada perubahan emosional ataupun karakter pada anak meski ayahnya sudah tidak ada. Guru harus berlaku adil, memberikan kesempatan yang sama, dan teman-temannya juga jangan sampai melakukan bullying," tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Kehadiran ayah maupun ibu diharapkan dapat menjadi tempat bercerita ketika anak menghadapi persoalan di sekolah.

Menurut Bagus, komunikasi yang hangat dalam keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, rasa percaya diri, serta kesehatan mental anak.

"Figur ayah tidak kalah penting dengan figur ibu. Kami berharap setiap hari ayah dapat meluangkan waktu untuk memberi perhatian dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak-anaknya," pungkasnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose, mengatakan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) sejalan dengan komitmen mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

"Pemerintah Kota Balikpapan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah," jelasnya.

Hal ini juga telah dikukuhkan melalui surat edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 400.9.12.1/1513/E/SETDA. "Mari wujudkan Balikpapan sebagai Kota layak anak yang responsif dan penuh cinta," ucapnya. (Las)



Pasang Iklan
Top