
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menjadikan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 sebagai momentum memperkuat peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas
Menurut Rahmad, upaya memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, hingga lingkungan sosial.
"Mari kita jadikan Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika," ujarnya, pada hari Jumat (10/7/2026).
Ia menilai keberhasilan menciptakan generasi yang sehat dan produktif tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku kejahatan narkotika, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan ketahanan keluarga dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmad turut mengapresiasi keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Bea Cukai, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta instansi terkait yang berhasil menggagalkan penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga ganja (cannabis bud) jaringan internasional Thailand–Indonesia.
Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas lembaga mampu memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat dari ancaman peredaran narkotika berskala internasional.
"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dan komitmen bersama mampu melindungi bangsa dari ancaman narkotika," katanya.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M. menekankan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkotika harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga.
Menurut Bagus, orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan saling peduli sebagai benteng pertama menghadapi ancaman narkoba.
"Hari Anti Narkotika Internasional mengingatkan kita bahwa pencegahan narkotika dimulai dari keluarga, lingkungan, dan kepedulian terhadap sesama," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan aparat dalam menggagalkan penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga ganja yang dinilai menjadi bukti kuat bahwa sinergi antarinstansi mampu mempersempit ruang gerak jaringan narkotika internasional.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap semangat Hari Anti Narkotika Internasional tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, komunitas, hingga generasi muda dalam membangun budaya hidup sehat dan menjauhi narkoba.
Melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Balikpapan menargetkan terciptanya lingkungan yang sehat, aman, tangguh, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, demi melindungi masa depan generasi penerus bangsa. (Las)