• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 bersama Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, pada hari Rabu (1/7/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 menyiapkan Festival Senandika Nusantara sebagai puncak program pengabdian masyarakat di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kegiatan yang akan digelar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) itu diharapkan menjadi wadah promosi budaya Kalimantan Timur (Kaltim), sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat.

Rencana tersebut disampaikan Tim KKN-PPM UGM Pelita Nusantara saat bersilaturahmi dengan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, untuk meminta dukungan terhadap pelaksanaan program kerjanya.

Koordinator tim, Christian Pradana Putra Malau dari Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM, menjelaskan bahwa timnya saat ini menjalankan KKN di tiga desa di Kecamatan Sepaku, yakni Desa Bukit Raya, Desa Sukaraja, dan Desa Wonosari.

"Kami datang ke Balikpapan untuk mencari dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bapak Wakil Wali Kota yang juga merupakan bagian dari KAGAMA, agar dapat berkolaborasi dalam pelaksanaan program-program kerja kami," kata Christian, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, tim Pelita Nusantara mengusung tema ketahanan pangan dan digitalisasi sebagai fokus utama pengabdian selama berada di Kalimantan Timur.

Sebagai puncak kegiatan, tim akan menyelenggarakan Festival Senandika Nusantara selama dua hari. Pada 1 Agustus 2026 akan digelar Fun Run di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, sedangkan pada 2 Agustus 2026 akan berlangsung festival budaya yang menampilkan berbagai kesenian khas Kalimantan Timur.

"Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya melibatkan masyarakat, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur melalui Festival Senandika Nusantara," ujarnya.

Tim Pelita Nusantara mulai menjalankan KKN di Kalimantan Timur sejak 21 Juni 2026. Christian mengungkapkan, pemilihan Kalimantan Timur sebagai lokasi pengabdian merupakan usulan dari tim yang kemudian mendapat persetujuan dan dukungan transportasi dari pihak Universitas Gadjah Mada.

Selama menjalankan KKN, para mahasiswa juga mendapatkan pengalaman baru. Salah satunya adalah beradaptasi dengan kondisi cuaca yang lebih panas dibandingkan Yogyakarta. Selain itu, pandangan mereka terhadap Kalimantan Timur turut berubah setelah melihat langsung perkembangan wilayah tersebut.

"Selama ini kami membayangkan Kalimantan Timur identik dengan hutan. Setelah datang langsung, ternyata Balikpapan dan wilayah Kaltim sudah berkembang pesat dan tidak jauh berbeda dengan kota-kota besar lainnya. Pengalaman ini membuka perspektif baru bagi kami," ungkap Christian.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM yang memilih Kalimantan Timur sebagai lokasi pengabdian.

Menurutnya, kegiatan KKN merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Ia juga mendorong para mahasiswa agar memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, serta menghasilkan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Sepaku sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara. (Las)



Pasang Iklan
Top