
Barang bukti yang sudah diamankan polisi, Minggu (28/6/2026).(Foto: Dok. Polsek Muara Wis)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Ukurannya memang kecil, hanya seberat 0,29 gram. Namun di balik jumlah yang sedikit itu, narkotika jenis sabu tetap menjadi ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Hal itu kembali dibuktikan dengan penangkapan seorang pria berinisial S (27) oleh jajaran Reskrim Polsek Muara Wis.
Warga Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, tersebut diamankan saat berada di sebuah pos kamling di RT 09 Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis, Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 19.30 WITA.
Kapolsek Muara Wis, AKP Al Anas, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah karena kawasan Desa Lebak Cilong diduga kerap dijadikan lokasi transaksi narkotika.
"Awalnya dengan informasi warga, kemudian kami tindaklanjuti informasi tersebut, kami langsung menerjunkan anggota untuk melakukan penyelidikan di lapangan, " ujarnya pada KutaiRaya.com, Selasa (30/6/2026).
"Pada saat itu, kita menemukan seseorang dengan gerak gerik mencurigakan di Pos Kamling Desa," lanjutnya.
Setelah memastikan identitas dan gerak-gerik pelaku, pihaknya langsung melakukan penyergapan serta penggeledahan.
"Kami menemukan satu paket sabu yang disembunyikan di dalam bungkus rokok yang berada di saku tersangka," imbuhnya.
Selain satu poket sabu dengan berat kotor 0,29 gram, polisi juga mengamankan satu bungkus rokok merek Sampoerna yang digunakan sebagai tempat penyimpanan sabu, HP merek Oppo, serta satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku menuju lokasi.
Di hadapan petugas, tersangka mengakui bahwa narkotika tersebut merupakan miliknya.
"Tersangka mengakui barang tersebut adalah miliknya yang rencananya akan digunakan untuk konsumsi pribadi," katanya.
Saat ini tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Markas Polsek Muara Wis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap asal-usul sabu yang dimiliki pelaku, termasuk kemungkinan adanya jaringan pemasok di balik kasus tersebut.
"Pastinya kita akan melakukan pengembangan atau pendalaman guna mencari tau asal usul barang tersebut," tutupnya. (*Zar)