• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kawasan Pasar Seni Tenggarong, Senin (29/6/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Wacana penertiban kawasan Pasar Seni Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tak kunjung terealisasi.

Kawasan ini dinilai kumuh, pasalnya di depan Pasar Seni telah dibangun taman yang nyaman, indah dan rapi.

Lurah Panji, Hanapi mengatakan, kawasan pasar saat ini digunakan oleh masyarakat untuk berdagang atau terdapat pelaku usaha, serta menjadi tempat tinggal.

"Di depan Pasar Seni telah ditata atau dibangun rapi. Tapi kawasan pasar seni terlihat kumuh dan perlu dilakukan penataan atau penertiban," kata Hanapi kepada Kutairaya, Senin (29/6/2026).

Pihaknya akan berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait terhadap penataan kawasan tersebut.

"Paling tidak di kawasan tersebut diberikan penerangan, pembersihan lingkungan dan lainnya. Ini untuk tindakan pertama," ucapnya.

Hal ini harus dilakukan mengingat untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, seperti tindakan kriminalitas dan lainnya.

"Informasi yang diterima, para pedagang di kawasan Pasar Seni akan direlokasi ke Taman Pujasera, yang telah dibangun oleh pemerintah daerah," ujarnya.

Menurutnya, jika kawasan Pasar Seni telah ditata atau ditertibkan, dipastikan kota Tenggarong terlihat rapi atau tidak kumuh.

"Kalau kita dari jembatan itu, ketika melihat sisi kanan itu nyaman terdapat taman. Tapi ketika melihat sisi kiri kurang rapi," ucapnya.

Sementara itu Camat Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso menjelaskan, pemerintah daerah memiliki wacana, untuk melakukan penertiban dan penataan di kawasan Pasar Seni.

"Terakhir kita sudah melakukan rapat pada 2025 lalu, namun masih ada kendala sedikit terhadap persoalan di lapangan," ujar Syukur.

Ia menegaskan, penertiban kawasan Pasar Seni ini pastinya melibatkan pemerintah Kecamatan Tenggarong.

Namun saat ini menunggu persoalan itu clean and clear.

Terpisah, pedagang Pasar Seni yang enggan disebut namanya menuturkan, para pedagang sudah nyaman berjualan di sini, karena kawasan ini menjadi pusat keramaian.

"Kami sudah mendengar isu penertiban ini. Tapi kalau pedagang harus direlokasi itu dinilai berat, karena pendapatan yang diperoleh pada lokasi baru itu biasanya lebih sedikit atau menurun," tuturnya.

Menurutnya, kawasan ini hanya perlu ditata atau dibersihkan.

Sehingga pandangan masyarakat semakin nyaman. (Ary)



Pasang Iklan
Top