• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua IESPA Kukar, Candra Octavianto, Sabtu (20/6/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Pengurus Indonesia Esports Association (IESPA) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam waktu dekat akan menjalin kolaborasi dengan berbagai komunitas game yang selama ini belum banyak terlibat dalam penyelenggaraan turnamen esports di daerah.

Langkah ini dilakukan untuk memperluas pembinaan atlet sekaligus mengikuti perkembangan cabang esports yang terus bertambah di tingkat nasional.

Ketua IESPA Kukar, Candra Octavianto, mengatakan selama ini turnamen yang sering digelar di Kukar masih didominasi oleh game populer seperti PUBG Mobile, Mobile Legends, FIFA, dan eFootball (PES). Kedepannya, IESPA Kukar ingin mulai menjajaki game-game lain yang belum pernah dipertandingkan di daerah.

"Selama ini kita sudah sering menggelar turnamen PUBG, Mobile Legends, FIFA, dan PES. Dalam waktu dekat kami ingin mempelajari game-game lain yang belum pernah kita selenggarakan di Kukar. Karena itu kami akan melakukan konsolidasi dan berkolaborasi dengan komunitas-komunitas game yang ada, seperti komunitas Tekken dan komunitas game lainnya," ujarnya pada KutaiRaya.com, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan pembinaan atlet yang menyesuaikan dengan perkembangan cabang olahraga esports di tingkat nasional. IESPA Kukar akan mengikuti kebijakan dan nomor pertandingan yang ditetapkan oleh pengurus pusat, termasuk untuk menghadapi ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas).

Ia menjelaskan, cabang yang dipertandingkan di Fornas bersifat dinamis dan terus berkembang. Selain game populer seperti PUBG Mobile, Mobile Legends, dan Tekken, cakupan esports di bawah IESPA kini semakin luas.

"Sekarang cakupan IESPA terus bertambah. Tidak hanya game digital, tetapi juga sudah ada robotik, drone, hingga trading card game seperti Pokemon. Kami di daerah mengikuti apa yang menjadi kebijakan dari pusat. Kalau di Fornas nanti ada cabang yang dipertandingkan, maka dari bawah kita juga harus mulai mempersiapkan pembinaannya," jelasnya.

Ia menambahkan, pembinaan atlet tidak hanya dilakukan melalui program internal organisasi, tetapi juga melalui berbagai turnamen yang melibatkan masyarakat secara luas. Menurutnya, kompetisi tingkat lokal menjadi wadah penting untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial.

"Harapan kami memang pembinaan itu lahir dari event-event yang rutin digelar. Potensi pemain justru banyak berasal dari kompetisi tingkat bawah, seperti konsep turnamen antarkampung atau tarkam dalam sepak bola," katanya.

Sebagai contoh, ia menyebutkan penyelenggaraan Piala Merah Putih yang sebelumnya digelar berhasil menjangkau peserta dari berbagai kalangan. Turnamen tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yakni kategori kecamatan, pelajar, dan umum.

"Dulu di Piala Merah Putih kami sudah menyasar sampai tingkat kecamatan. Ada kategori kecamatan, pelajar, dan umum. Konsep seperti itu cukup efektif untuk menjaring pemain-pemain berbakat dari berbagai wilayah," ungkapnya.

"Di Kukar memang kendalanya masih sedikit kafe yang mau menggelar event. Paling hanya satu atau dua tempat yang aktif. Kalau ada yang mengadakan kegiatan seperti itu tentu akan kami dukung. Berbeda dengan daerah lain yang ekosistem kafenya lebih aktif mengadakan turnamen," lanjutnya.

Melalui rencana kolaborasi dengan komunitas game, IESPA Kukar juga ingin memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang tumbuh di sekitar industri esports. Sebab, setiap penyelenggaraan turnamen tidak hanya melibatkan atlet, tetapi juga banyak profesi pendukung.

"Konsepnya memang kolaborasi. Dalam setiap event yang kami garap selalu melibatkan banyak pihak, mulai dari tournament organizer, observer, caster, MC, event organizer, hingga vendor-vendor pendukung lainnya. Jadi esports bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi kreatif," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kutai Kartanegara, Lukman, menyambut baik langkah IESPA Kukar yang akan berkolaborasi dengan berbagai komunitas game.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah positif dalam memperluas pembinaan sekaligus memperkuat ekosistem olahraga masyarakat berbasis esports di Kukar.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif IESPA Kukar untuk merangkul komunitas-komunitas game yang selama ini belum banyak terlibat. Semakin banyak komunitas yang dilibatkan, maka pembinaan akan semakin luas dan peluang lahirnya atlet-atlet berbakat juga semakin besar," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top