• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Para peserta yang tengah berkompetisi, Sabtu (27/6/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Suasana kompetitif mulai terasa sejak pukul 08.00 WITA di Mako Polres Kutai Kartanegara, Sabtu (27/6/2026). Ratusan peserta yang telah terdaftar tampak serius menyusun strategi dan saling beradu kemampuan dalam Lomba Catur yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Polres Kutai Kartanegara dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kutai Kartanegara sebagai upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus memberikan wadah bagi pecinta olahraga catur di daerah.

Koordinator Pertandingan Catur Percasi Kutai Kartanegara, Apin Darmawan menjelaskan, turnamen ini dikhususkan bagi masyarakat umum yang bukan atlet maupun pemain bergelar master.

"Turnamen ini kami selenggarakan dalam rangka Hari Bhayangkara. Pesertanya khusus kategori umum, yaitu non atlet dan non master. Jadi memang kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk ikut berkompetisi," ujarnya pada KutaiRaya.com.

Antusias masyarakat terhadap turnamen ini sangat tinggi. Ia hanya membuka kuota sebanyak 100 peserta karena keterbatasan fasilitas. Namun, minat masyarakat disebut jauh melebihi jumlah tersebut.

"Kami hanya membuka 100 peserta. Kalau pun dibuka hingga 200 peserta, saya yakin tetap akan terpenuhi karena antusias masyarakat Kutai Kartanegara sangat luar biasa. Namun karena ini merupakan penyelenggaraan perdana dan disesuaikan dengan fasilitas yang ada, kami membatasi jumlah peserta," katanya.

Dalam pelaksanaannya, pertandingan menggunakan sistem Swiss sebanyak tujuh babak. Dengan sistem tersebut, seluruh peserta tetap akan memainkan tujuh pertandingan tanpa sistem gugur.

"Pertandingan menggunakan sistem Swiss tujuh babak, sehingga seluruh peserta akan mengikuti tujuh kali pertandingan," jelasnya.

Ia berharap, turnamen catur dalam rangka Hari Bhayangkara dapat menjadi agenda tahunan yang terus berlanjut.

"Kami berharap Polres Kutai Kartanegara dapat menggelar kegiatan ini setiap peringatan Hari Bhayangkara. Selain itu, kami juga berharap para juara nantinya mendapat pembinaan berkelanjutan dan dukungan untuk mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat daerah maupun lebih tinggi," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta perempuan, Laura Evelyn, mengaku antusias mengikuti turnamen tersebut. Menurutnya, ajang ini bukan hanya menjadi kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman, dan melatih mental bertanding.

"Seru, karena bisa melatih mental juga. Apalagi saya perempuan di sini dan banyak peserta yang ilmunya tentu lebih tinggi dari saya. Justru dari mereka saya bisa belajar dan menambah pengalaman," ujarnya.

Ia mengatakan olahraga catur tidak hanya mengajarkan strategi dalam permainan, tetapi juga membentuk pola pikir, sportivitas, serta kemampuan mengambil keputusan.

"Di catur kita belajar menyusun strategi, berpikir beberapa langkah ke depan, sekaligus menjunjung tinggi sportivitas. Bertemu dengan banyak pemain juga membuat kita mendapatkan ilmu baru," katanya.

"Harapan saya ke depan semoga semakin banyak anak muda, terutama perempuan, yang tertarik bermain catur. Selama ini peserta perempuan masih relatif sedikit. Padahal catur sangat baik untuk melatih pola pikir, konsentrasi, dan kemampuan menyusun strategi," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top