• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Poster Turnamen Free Fire Rata Comunity, Jumat (26/6/2026).(Foto: Dok.IG/rata.comunity)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Kesempatan bagi para pecinta game Free Fire untuk menunjukkan kemampuan mereka kembali hadir. Rata Community resmi membuka pendaftaran turnamen Free Fire yang akan digelar secara offline pada 4 Juli 2026 di Haha Coffee, Tenggarong.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pemain, tetapi juga menjadi langkah awal Rata Community dalam membangun ruang positif bagi generasi muda melalui dunia esports.

Ketua Umum Rata Community, Yusuf Hamdani mengatakan, kehadiran komunitas tersebut dilandasi keinginan untuk membantu mengembangkan potensi anak muda di Tenggarong.

Menurutnya, esports bukanlah tujuan utama, melainkan sebuah sarana untuk membentuk karakter dan mempererat kebersamaan.

"Latar belakang kami membentuk Rata Community adalah ingin mengembangkan anak-anak muda di Tenggarong. Esports hanya menjadi jembatan agar kami bisa menjadi manusia yang lebih baik," ujarnya pada KutaiRaya.com, Jumat (26/6/2026).

Free Fire dipilih sebagai game yang dipertandingkan karena memiliki jumlah pemain yang cukup besar di Tenggarong dibandingkan game lainnya. Ia optimistis antusias peserta akan tinggi mengingat komunitas pemain Free Fire di daerah tersebut terus berkembang.

Hingga saat ini, sebanyak 20 tim telah mendaftarkan diri. Sementara panitia menyediakan total 48 slot, sehingga peluang bagi tim lain untuk bergabung masih terbuka.

"Kalau melihat perkembangan saat ini, kami yakin seluruh slot akan terpenuhi," katanya.

Berbeda dengan turnamen yang hanya diperuntukkan bagi peserta lokal, kompetisi yang diselenggarakan Rata Community kali ini terbuka untuk peserta dari seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Turnamen akan menggunakan mode Clash Squad (CS), sehingga peserta akan bertanding dalam format yang menuntut kerja sama tim, strategi, dan kemampuan individu.

Ia mengungkapkan, penyelenggaraan turnamen ini bukanlah pengalaman pertama bagi komunitasnya. Sebelumnya, mereka telah sukses menggelar berbagai kompetisi esports, termasuk turnamen PUBG Mobile yang bahkan diikuti peserta dari luar Pulau Kalimantan.

"Ini merupakan turnamen kedelapan yang kami selenggarakan. Sebelumnya kami juga pernah mengadakan turnamen PUBG Mobile dan ada peserta yang datang langsung dari Sumatera Barat ke Tenggarong," ungkapnya.

Ia menjelaskan, Rata Community merupakan komunitas yang berada di bawah naungan Bringas Community, sebuah komunitas yang telah lama berkecimpung dalam penyelenggaraan berbagai event esports.

Meski begitu, Rata Community memiliki visi yang lebih luas. Esports dijadikan pintu masuk untuk menghimpun anak muda sebelum nantinya bergerak ke berbagai kegiatan sosial dan pengembangan masyarakat.

Dalam penyelenggaraan turnamen ini, Rata Community juga mendapat dukungan dari Esports Indonesia (ESI), terutama dalam pembinaan dan koordinasi penyelenggaraan kompetisi. Sementara itu, pemerintah daerah memberikan dukungan berupa masukan dan diskusi, meski seluruh pembiayaan kegiatan dilakukan secara mandiri oleh komunitas.

"Kalau soal pendanaan kami berdiri secara mandiri. Pemerintah dan ESI memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan, masukan, dan brainstorming," jelas Yusuf.

Kedepannya, Rata Community tidak hanya ingin dikenal sebagai penyelenggara turnamen game. Komunitas tersebut juga telah menyiapkan sejumlah program sosial, salah satunya mengumpulkan pakaian layak pakai dari masyarakat untuk dicuci dan kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Program itu menjadi bagian dari visi komunitas untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kemampuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama.

"Kami ingin melahirkan pemuda yang unggul pemikirannya dan memiliki nilai-nilai kebaikan dalam kehidupannya. Esports hanyalah jembatan untuk mencapai tujuan tersebut. Setelah ini kami ingin lebih banyak bergerak di bidang sosial agar keberadaan komunitas benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, seorang warga Tenggarong, Amar Haziq, menyambut positif penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, kehadiran kompetisi seperti ini menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menambah pengalaman sekaligus mengukur kemampuan mereka dalam pertandingan resmi.

"Saya mengapresiasi adanya turnamen yang diselenggarakan komunitas ini. Selain menjadi wadah bagi pecinta game untuk menunjukkan kemampuan, turnamen seperti ini juga bisa menambah jam terbang dan pengalaman bertanding. Kemungkinan saya bersama teman-teman juga akan ikut berpartisipasi," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top