• Sabtu, 27 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara Muhammad Taufik.(Dok. Andri Wahyudi/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan tren positif setelah sempat mengalami penurunan beberapa waktu lalu.

Saat ini harga TBS baik dari kebun plasma maupun swadaya sudah kembali berada di kisaran normal.

Kepala Dinas Perkebunan Kukar, Muhammad Taufik mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan harga TBS setiap hari melalui laporan dari berbagai wilayah.

Berdasarkan laporan per 25 Juni, harga TBS dari koperasi yang bermitra atau kebun plasma berada di kisaran Rp 3.300 hingga Rp 3.400 per kilogram sesuai dengan harga penetapan.

Sementara itu, harga TBS dari kebun swadaya atau nonmitra juga mengalami kenaikan dan kini berada di kisaran Rp 3.100 per kilogram.

Bahkan di sejumlah daerah, harga sudah mencapai Rp 3.200 hingga Rp 3.400 per kilogram.

"Kalau sebelumnya harga sempat turun hingga sekitar Rp 2.500 per kilogram, sekarang sudah kembali normal. Rata-rata harga terendah berada di kisaran Rp 3.070 per kilogram, seperti di wilayah Sangasanga, sedangkan daerah lainnya sudah berada di atas Rp 3.100 hingga Rp 3.400 per kilogram," ujar Taufik, Kamis (25/6/2026).

Selain perkembangan harga, Taufik menjelaskan sektor kelapa sawit masih menjadi komoditas perkebunan unggulan di Kukar.

Dari total luas perkebunan sekitar 206 ribu hektare, sekitar 180 ribu hingga 186 ribu hektare merupakan areal kelapa sawit.

Sisanya ditanami komoditas lain, seperti karet, kelapa dalam, lada, kopi, kakao, dan aren.

Ia menyebutkan kawasan sentra produksi kelapa sawit tersebar di seluruh kecamatan, dengan wilayah unggulan berada di Kecamatan Kembang Janggut, Kenohan, Tabang, Marangkayu, Muara Badak, Anggana, dan sekitarnya.

Saat ini Kukar memiliki 18 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang memproduksi Crude Palm Oil (CPO).

Pemerintah daerah terus mendorong hadirnya industri hilir agar nilai tambah komoditas sawit dapat dinikmati di daerah.

"Beberapa waktu lalu sudah ada penjajakan dari calon investor asal China untuk membangun industri pengolahan minyak inti sawit atau Palm Kernel Oil (PKO). Kami berharap investasi ini dapat terealisasi sehingga pengolahan produk turunan sawit dapat dilakukan di Kukar," tuturnya.

Taufik menambahkan, sekitar 35 hingga 36 ribu hektare kebun sawit di Kukar merupakan milik masyarakat atau perkebunan rakyat.

Sedangkan sebagian besar areal lainnya masih dikelola perusahaan perkebunan, termasuk kebun plasma yang bermitra dengan perusahaan.

Sementara itu Hidayat, salah seorang petani sawit di Kecamatan Sebulu, mengaku bersyukur atas kenaikan harga TBS yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, membaiknya harga sawit diharapkan dapat meningkatkan pendapatan, sekaligus kesejahteraan para petani sawit di Kukar. (Dri)



Pasang Iklan
Top