• Senin, 27 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Flyer Ucapan Selamat Atas Lolosnya Julita Sebagai Paskibraka Tingkat Nasional.(Dok. SMA Negeri 1 Tabang)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kabar membanggakan datang dari pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Julita Rista Lestari, siswi SMA Negeri 1 Tabang, berhasil menorehkan sejarah dengan lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2026.

Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolahnya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kukar dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Julita akan mewakili daerahnya dalam rangkaian pelatihan hingga menjalankan tugas sakral mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.

Keberhasilan Julita menjadi semakin istimewa karena mengakhiri penantian panjang Kukar yang selama 15 tahun tidak pernah meloloskan wakil ke tingkat nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, mengaku bersyukur atas capaian tersebut.

"Alhamdulillah, setelah 15 tahun Kukar tidak pernah lolos ke tingkat nasional, akhirnya tahun ini berhasil kembali mengirimkan wakil. Terakhir pada tahun 2011. Tahun lalu sebenarnya ada anak Kukar yang masuk seleksi nasional, tetapi belum berhasil dan akhirnya bertugas di tingkat Provinsi Kalimantan Timur," kata Rinda, Senin (22/6/2026).

Rinda berharap Julita tetap rendah hati dan terus mengembangkan kemampuan dirinya.

"Harapan kami tentu Julita terus belajar, tetap humble, dan cita-citanya dapat tercapai," katanya.

Dari Tabang ke Istana Negara

Di balik keberhasilannya, tersimpan kisah perjuangan seorang remaja yang berasal dari Kecamatan Tabang, wilayah yang dikenal berada di kawasan pedalaman Kutai Kartanegara.

Kepala SMA Negeri 1 Tabang, Jumran, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian anak didiknya tersebut.

Menurutnya, ini kali pertama dalam sejarah sekolah, ada murid yang berhasil menembus Paskibraka Nasional.

"Kami sangat bangga. Ini pertama kalinya SMA Negeri 1 Tabang bisa tembus ke tingkat nasional. Tahun 2024 kami hanya sampai tingkat provinsi. Tahun 2026 ini berhasil ke nasional, tentu sangat membanggakan bagi kami," ujarnya.

Saat ini Julita duduk di kelas XII dan dikenal sebagai sosok yang aktif serta berprestasi.

Ia menjabat sebagai Ketua OSIS dan konsisten meraih peringkat pertama di kelas sejak semester awal.

"Dia sangat aktif dalam kegiatan sekolah dan organisasi. Dari semester satu sampai semester dua selalu juara satu. Memang punya prestasi akademik maupun nonakademik yang sangat baik," kata Jumran.

Pihak sekolah berkomitmen memberikan dukungan penuh selama Julita menjalani tahapan menuju tingkat nasional.

"Kami akan terus mendukung. Harapan kami, Julita bisa menjadi pelopor dan inspirasi bagi anak-anak Tabang. Kalau Julita bisa sampai nasional, berarti anak-anak Tabang lainnya juga bisa meraih hal yang sama," tambahnya.

Berawal Lihat Upacara di SMP

Bagi Julita, perjalanan menuju Paskibraka Nasional bermula dari mimpi sederhana saat masih duduk di bangku SMP.

Saat itu ia melihat kakak-kakak kelasnya mengibarkan bendera Merah Putih dalam upacara sekolah.

"Sejak SMP saya melihat kakak-kakak mengibarkan bendera. Dari situ saya berpikir, saya harus bisa seperti mereka, bahkan kalau bisa lebih baik lagi. Sejak saat itu saya termotivasi menjadi anggota paskibraka," tuturnya.

Siswi yang hobi bermain gitar ini bertekad untuk menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera, semangatnya tidak pernah surut.

Perjalanan seleksi yang dijalaninya juga tidak mudah.

Setelah lolos di tingkat kabupaten, Julita terpilih menjadi salah satu dari 6 peserta yang mewakili daerah ke tingkat provinsi.

Dari sana, ia kembali berjuang hingga akhirnya mendapatkan tiket menuju seleksi nasional.

Berbagai tahapan harus dilalui, mulai dari tes kesamaptaan, tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, pemeriksaan kesehatan, peraturan baris-berbaris (PBB), hingga tes minat dan bakat.

Saat berada di tingkat provinsi, rasa minder sempat menghampirinya.

"Di pertengahan seleksi saya sempat berpikir tidak akan lolos. Saya melihat peserta lain hebat-hebat, public speaking mereka bagus. Tapi saya terus berdoa dan akhirnya bisa lanjut sampai seleksi pusat," kenangnya.

Tangis Haru di Depan Layar

Momen yang paling tidak terlupakan terjadi saat pengumuman hasil seleksi nasional pada Senin (22/6/2026).

Julita memantau siaran langsung melalui kanal YouTube Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Ketika namanya diumumkan sebagai peserta yang lolos, rasa haru dan syukur pun tak terbendung.

Remaja kelahiran 1 Juli 2010 itu kini bersiap menghadapi tahapan pelatihan nasional, sebelum menjalankan tugas negara pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun depan.

Meskipun telah berhasil mencapai titik yang diimpikan banyak pelajar Indonesia, Julita tetap menyampaikan pesan sederhana kepada rekan-rekannya yang belum berhasil.

"Untuk teman-teman yang mungkin belum rezekinya, tetap semangat dan jangan patah semangat. Tetap bersyukur. Walaupun kita bertugas di tempat yang berbeda-beda, kita tetap sama-sama berjuang," pesannya.

Keberhasilan Julita Rista Lestari menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

Dari Tabang, sebuah kecamatan di pedalaman Kutai Kartanegara, lahir seorang putri Dayak yang kini bersiap mengibarkan Merah Putih di panggung nasional.

Sebuah sejarah baru bagi Tabang, Kutai Kartanegara, dan Kalimantan Timur. (Dri)



Pasang Iklan
Top