• Minggu, 02 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pesut yang muncul di Wisata Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun.(Dok. Tiktok/Dianalestari)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus dikenal sebagai salah satu tempat destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur berkat keberadaan pesut Mahakam, mamalia air langka yang dilindungi dan hidup di perairan Sungai Mahakam.

Keberadaan pesut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat secara langsung satwa endemik yang kini populasinya semakin terbatas.

Tidak sedikit wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara yang rela datang ke Desa Pela untuk menikmati wisata alam sekaligus menyaksikan kemunculan pesut di Sungai Pela.

Kepala Desa Pela, Sopyan Noor, mengatakan perkembangan wisata pesut di desanya menunjukkan tren yang positif. Kunjungan wisatawan terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

"Alhamdulillah, perkembangan wisata di Desa Pela saat ini berjalan baik dan kunjungan wisatawan terus meningkat," ujarnya pada KutaiRaya.com, Senin (22/6/2026).

Di Sungai Pela saat ini menjadi habitat sekitar 24 ekor pesut. Sementara secara keseluruhan, populasi pesut yang berada di Sungai Mahakam diperkirakan mencapai sekitar 64 ekor.

"Kalau untuk di Sungai Pela ada sekitar 24 ekor pesut. Sedangkan secara keseluruhan di Sungai Mahakam ada sekitar 64 ekor," jelasnya.

Sebagai upaya menjaga kelestarian pesut, Pemerintah Desa Pela terus melakukan berbagai langkah perlindungan. Salah satunya melalui penerapan aturan yang melarang praktik illegal fishing atau penangkapan ikan secara ilegal yang berpotensi mengancam habitat dan keberlangsungan hidup pesut.

"Kami dari desa membuat peraturan, terutama terkait illegal fishing. Tujuannya agar masyarakat tidak melakukan penangkapan ikan secara berlebihan yang bisa berdampak pada ekosistem sungai dan keberadaan pesut," katanya.

Selain wisatawan domestik, Desa Pela juga sering menerima kunjungan wisatawan asing yang tertarik dengan wisata berbasis alam. Meski jumlahnya tidak terlalu banyak setiap bulan, wisatawan mancanegara tetap datang untuk menikmati keindahan lingkungan dan melihat langsung kehidupan pesut di habitat aslinya.

Ia berharap, keberadaan wisata pesut dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan begitu, upaya pelestarian pesut Mahakam dapat berjalan beriringan dengan peningkatan sektor pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat.

"Kami berharap wisata Desa Pela semakin maju dan dikenal lebih luas. Yang terpenting, pesut Mahakam tetap terjaga kelestariannya sehingga generasi mendatang masih bisa melihat dan mengenal satwa langka ini," sebutnya.

Sementara itu, dukungan terhadap upaya pelestarian pesut juga datang dari pihak kepolisian. Kanit Gakkum Satpolairud, IPDA Rio Hedy Wiyatma mengatakan, pihaknya terus melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai aktivitas ilegal yang berpotensi merusak ekosistem perairan, termasuk habitat pesut Mahakam.

"Untuk saat ini dari Satpolairud sudah sering melakukan himbauan kepada masyarakat terkait alat tangkap ikan yang dilarang. Di wilayah perairan hulu Kukar juga standby kapal patroli, tepatnya di Muara Kaman dari Polair Polda Kaltim yang selama ini bersama-sama melaksanakan tugas di perairan Kukar," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top