
Jalur 2 Tenggarong Seberang, Jum
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sejumlah warga Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), meminta kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan kondisi jalur 2 Tenggarong Seberang-Samarinda.
Pasalnya, kondisi jalan tersebut dinilai sangat minim rambu lalu lintas, Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), hingga kondisi tanah yang longsor.
Salah seorang warga, Fendi mengatakan, ada beberapa titik rawan di jalur 2 Tenggarong Seberang-Samarinda, termasuk di KM 2,8.
Jalur ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
"Sudah 4-5 kali pengendara motor ini terjatuh masuk ke dalam gorong-gorong, yang kedalamannya sekitar 10 meter," kata Fendi kepada KutaiRaya.com, Jum
"Kedalaman gorong-gorong itu disebabkan oleh pergeseran tanah atau longsor, sejak 5 tahun yang lalu," tuturnya.
Ia menduga penyebab dari kecelakaan lalu lintas ini akibat kurang kehati-hatian pengendara dan sebagian jalur 2 Tenggarong Seberang ini minim rambu lalu lintas dan LPJU.
"Saya berharap kepada pemeirntah daerah, untuk dapat memaksimalkan LPJU, rambu lalu lintas di lokasi rawan kecelakaan lalu lintas, serta memperbaiki gorong-gorong yang sempat longsor," tuturnya.
Menurutnya, jika sudah ada rambu lalu lintas dan telah dilakukan perbaikan gorong-gorong ini, maka hal ini bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Junaidi menjelaskan, pemerintah daerah akan melakukan inventarisir terhadap sejumlah ruas jalan, yang memerlukan penambahan rambu-rambu lalu lintas.
"Nanti dilakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap aspirasi warga terkait penambahan rambu-rambu lalu lintas dan LPJU, jika itu dibutuhkan maka dimasukkan ke perencanaan," ucap Junaidi. (Ary)