
Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar Ridha Fatrianta, Rabu (17/6/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berupaya memaksimalkan sektor pariwisata.
Pasalnya, pendapatan daerah saat ini sebagian besar diperoleh dari Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) pemerintah pusat.
Sektor pariwisata menjadi salah satu potensi besar untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sehingga Kukar tak bergantung pada DBH dari pemerintah pusat.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Ridha Fatrianta mengatakan, pemerintah daerah sangat setuju untuk memaksimalkan PAD lewat sektor pariwisata.
"Kami sudah berupaya memaksimalkan sektor pariwisata, agar PAD yang kita peroleh juga maksimal," kata Ridha kepada KutaiRaya.com, Kamis (18/6/2026).
Adapun upaya yang dilakukan pemerintah daerah, di antaranya.merevitalisasi sejumlah objek wisata, termasuk Pulau Kumala.
Wisata ini menjadi ikon atau kebanggaan Kukar.
"Kita lakukan revitalisasi objek wisata di Kukar secara bertahap, melihat kemampuan keuangan daerah," ucapnya.
Ia mengaku optimistis sektor pariwisata bisa berkontribusi besar terhadap PAD.
Sementara itu warga Tenggarong, Annisa Pujianti menjelaskan, jika pendapatan yang diperoleh tak bergantung dari DBH pemerintah pusat, maka diyakini perputaran ekonomi masyarakat juga lancar.
"Pendapatan kita sebagian besar hanya mengandalkan bagi hasil. Jika kita memiliki pendapatan sendiri dengan nilai yang besar, maka perekonomian kita juga lancar," ujar Annisa.
Ia mengaku sangat setuju terkait peningkatan pendapatan daerah lewat sektor pariwisata.
Namun sektor pariwisata juga harus dibenahi, sehingga dapat memikat daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kukar. (Ary)