• Kamis, 18 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto, Kamis (18/6/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, sensus kali ini tidak hanya memetakan aktivitas ekonomi dan dunia usaha, tetapi juga melakukan pemutakhiran data kependudukan secara menyeluruh hingga ke tingkat rumah tangga.

Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto, mengatakan pendataan ini menjadi langkah penting untuk mengetahui perubahan struktur ekonomi daerah setelah terjadinya disrupsi akibat pandemi Covid-19.

“Melalui sensus ekonomi ini kami ingin mengetahui bagaimana perubahan struktur usaha yang terjadi di Kota Balikpapan pascapandemi. Kami juga ingin melihat sektor-sektor ekonomi yang saat ini menjadi penopang utama perekonomian daerah,” ujar Marinda, Kamis (18/6/2026).

Namun yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan sensus kali ini adalah pemutakhiran data kependudukan yang nantinya akan digunakan sebagai dasar pemeringkatan kesejahteraan masyarakat atau pendesilan.

Data tersebut akan menjadi rujukan pemerintah dalam menyusun berbagai program bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

“Data kependudukan yang diperbarui ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk pemeringkatan masyarakat. Dengan begitu, bantuan sosial seperti BLT maupun program intervensi lainnya dapat diberikan kepada warga yang benar-benar berhak menerima,” jelasnya.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Balikpapan menerjunkan 494 petugas yang terdiri atas 57 pengawas dan 437 petugas lapangan. Mereka akan mendatangi seluruh wilayah hingga tingkat RT untuk melakukan pendataan secara langsung.

Menurut Marinda, seluruh warga Balikpapan menjadi sasaran sensus. Berdasarkan data administrasi kependudukan, jumlah penduduk yang akan didata mencapai sekitar 766 ribu jiwa.

“Bukan hanya pelaku usaha yang menjadi target. Seluruh warga Balikpapan akan kami datangi per keluarga karena sensus ini juga mencakup pemutakhiran data kependudukan,” katanya.

Dalam proses pendataan, petugas akan mengumpulkan berbagai informasi terkait kondisi sosial ekonomi rumah tangga. Selain menanyakan identitas dan aktivitas ekonomi keluarga, petugas juga akan mendokumentasikan kondisi fisik rumah sebagai bagian dari proses verifikasi data kesejahteraan.

“Yang difoto adalah kondisi atap, lantai, dan dinding rumah. Ini menjadi bukti pendukung dalam proses pemeringkatan kesejahteraan masyarakat,” terang Marinda.

Selain itu, petugas juga akan mencatat informasi mengenai daya listrik yang digunakan rumah tangga, penggunaan LPG subsidi atau non-subsidi, hingga kepemilikan aset tertentu seperti emas dan aset lainnya.

Seluruh data tersebut akan menjadi indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat yang nantinya masuk dalam basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun sistem desil nasional.

Di sisi lain, sensus juga tetap mencakup pendataan seluruh sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa, industri, UMKM, hingga sektor pertanian. Hanya sektor pemerintahan yang tidak menjadi objek pendataan ekonomi.

Marinda berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan jawaban secara jujur agar kualitas data yang dihasilkan benar-benar akurat.

“Jawaban masyarakat sangat menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan. Semakin baik kualitas data yang diperoleh, semakin tepat pula program pembangunan dan bantuan yang diberikan pemerintah,” ujarnya.

BPS menargetkan seluruh pendataan lapangan dapat selesai sebelum akhir Agustus 2026. Bahkan, proses pengumpulan data diupayakan rampung pada pertengahan Agustus agar tersedia waktu lebih panjang untuk validasi dan peningkatan kualitas data.

Melalui pendataan yang menyentuh seluruh rumah tangga, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi fondasi penting bagi Pemerintah Kota Balikpapan dalam menyusun kebijakan pembangunan, memetakan kondisi ekonomi masyarakat, sekaligus memastikan bantuan sosial dapat tersalurkan lebih tepat sasaran. (Las)



Pasang Iklan
Top