
Jam Bentong Tenggarong, Selasa (16/6/2026).(Foto: Andri Wahyudi/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadirkan inovasi promosi wisata melalui program “Ayo Ngonten di Jam Bentong”.
Program ini memberikan fasilitas gratis bagi para kreator konten dan influencer untuk membuat konten maupun melakukan siaran langsung (live streaming) di kawasan Jam Bentong, Tenggarong.
Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad mengatakan, program ini merupakan langkah strategis untuk menjaga aktivitas promosi pariwisata tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berbagai kegiatan pemerintah daerah.
“Dengan adanya efisiensi anggaran, khususnya di bidang pemasaran, kami tidak bisa melaksanakan sejumlah kegiatan promosi seperti sebelumnya. Karena itu, kami melihat peluang dan kekuatan yang kami miliki, salah satunya Jam Bentong yang sudah dilengkapi internet, listrik, dan lokasi yang representatif untuk kegiatan promosi,” ucap Ivan, Selasa (16/6/2026).
Melalui program ini, Dispar Kukar menyediakan fasilitas internet, area bersantai, serta ruang yang nyaman bagi para kreator konten untuk menghasilkan karya digital yang dapat membantu memperkenalkan destinasi wisata di Kukar.
Ivan menjelaskan, para kreator yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut wajib memenuhi sejumlah syarat dan ketentuan, di antaranya mengisi buku tamu, mengikuti seluruh akun media sosial resmi Visiting Kutai Kartanegara, serta melakukan kolaborasi unggahan dengan akun resmi tersebut.
Selain itu, pengguna fasilitas diwajibkan menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban kawasan Jam Bentong, serta tidak merusak sarana dan prasarana yang tersedia.
Bagi yang berkegiatan pada malam hari, dia wajib melapor kepada koordinator maupun petugas keamanan setempat.
“Yang terpenting, mereka juga harus ikut mempromosikan objek wisata di Tenggarong dan sekitarnya saat melakukan live streaming atau membuat konten. Jadi ada nilai promosi wisata yang disampaikan kepada audiens mereka,” tuturnya.
Dispar Kukar juga mengingatkan para kreator untuk menjaga etika dalam berkonten, menghindari unsur SARA, ujaran kebencian, informasi menyesatkan, serta memperhatikan ketentuan hak cipta apabila menggunakan musik maupun materi digital lainnya.
Menurut Ivan, kawasan Jam Bentong memiliki banyak potensi visual yang menarik untuk diangkat dalam konten kreatif.
Beberapa di antaranya adalah Jembatan Mahakam, Taman Kota Raja, kawasan Jam Bentong itu sendiri, hingga area Pujasera yang saat ini tengah dipersiapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Ia mengemukakan, ke depan Jam Bentong akan dikembangkan sebagai ruang kreasi bagi generasi muda.
Dispar Kukar berencana melengkapi fasilitas yang ada dengan berbagai peralatan musik yang dapat digunakan secara gratis.
“Insya Allah ke depan Jam Bentong akan menjadi ruang kreasi. Kami sudah memiliki elektone dan drum elektrik, kemudian akan ditambah gitar, bass, dan alat musik lainnya. Siapa saja, baik pelajar maupun komunitas musik, bisa memanfaatkannya untuk berkarya sambil membantu mempromosikan pariwisata Tenggarong,” katanya.
Sementara itu petugas keamanan Jam Bentong, Syahrul Ramadan mengatakan, fasilitas yang tersedia saat ini meliputi jaringan Wi-Fi, aliran listrik, area istirahat, serta ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk membuat konten maupun beraktivitas.
“Untuk sementara belum ada pembatasan jam kunjungan. Yang penting pengunjung mengisi buku tamu dan meminta izin kepada petugas keamanan sebelum masuk,” ujarnya.
Syahrul mengaku tingkat kunjungan ke Jam Bentong masih relatif rendah.
Dalam sehari, jumlah pengunjung yang datang hanya berkisar satu hingga dua orang, sedangkan dalam sebulan berkisar 10 hingga 20 orang.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui fasilitas yang ada di dalam kawasan Jam Bentong. Padahal tempat ini terbuka untuk umum dan bisa dimanfaatkan dengan baik selama mengikuti aturan yang berlaku,” tuturnya. (Dri)