
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah.(Dok. Andri Wahyudi/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menegaskan data yang dihasilkan melalui sensus memiliki peran strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha dalam memberikan informasi yang akurat akan membantu pemerintah memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi perekonomian daerah, mulai dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah hingga perusahaan berskala besar.
"Kami mengajak seluruh pelaku usaha di Kabupaten Kukar untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur. Data tersebut sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Heriansyah, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, data ekonomi yang berkualitas akan menjadi fondasi dalam merumuskan berbagai program pembangunan, termasuk upaya peningkatan daya saing usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sektor ekonomi daerah.
Heriansyah menilai keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS sebagai pelaksana, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama para pelaku usaha yang menjadi objek pendataan.
"Setiap informasi yang diberikan akan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah. Karena itu, kami berharap seluruh pelaku usaha dapat mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," katanya.
Sementara itu Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPS Kukar, Khairil Anwar, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan 586 petugas sensus yang akan melakukan pendataan di 20 kecamatan se-Kukar.
Untuk meningkatkan kualitas pendataan, para petugas terlebih dahulu mengikuti pelatihan yang dilaksanakan melalui 22 training center.
Khusus di wilayah Tenggarong, pelatihan dilaksanakan dalam 5 kelas yang dibagi ke dalam 2 gelombang.
Khairil menjelaskan, pendataan lapangan secara langsung akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Petugas akan mendatangi rumah maupun tempat usaha untuk mengumpulkan data ekonomi masyarakat.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus karena seluruh petugas telah dilengkapi atribut resmi berupa rompi, tanda pengenal, dan surat tugas.
"Pada tanda pengenal petugas terdapat barcode yang dapat dipindai untuk memastikan identitas petugas. Dengan demikian masyarakat dapat mengetahui bahwa yang datang merupakan petugas resmi dari BPS," tuturnya.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh data yang akurat mengenai struktur dan perkembangan ekonomi daerah.
Data ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan dukungan Disdikbud Kukar dan partisipasi aktif para pelaku usaha, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat berjalan sukses serta menghasilkan data berkualitas untuk mendukung pembangunan Kukar yang lebih maju dan berdaya saing. (Dri)