
Ilustrasi rupiah.(Medsos pinterest)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sejumlah pengusaha di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengaku sedang merasakan perekonomian yang lesu.
Sehingga kondisi ini dapat mempengaruhi sektor investasi.
Salah seorang kontraktor di Tenggarong, Novi Partidina mengatakan, kondisi perekonomian daerah saat ini tak stabil.
Hal ini dirasakan bukan hanya di Kukar saja, tapi di beberapa daerah di Indonesia.
Hal ini diduga disebabkan terjadinya efisiensi anggaran daerah dan keterlambatan transfer Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat.
"Keterlambatan dan efisiensi ini sangat mempengaruhi perputaran ekonomi masyarakat," kata Novi kepada KutaiRaya.com, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, jika tak ada efisiensi dan transfer DBH lancar, maka pemerintah daerah akan melakukan belanja kepada penyedia.
Dan penyedia akan belanja kepada vendor-vendor lainnya.
"Sehingga ini bisa menumbuhkan perekonomian daerah. Tapi kondisi saat ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang penerimaan DBH dengan lancar dan tak ada efisiensi," ucapnya.
Sehingga pihaknya hanya bisa pasrah menunggu adanya kerja sama pemerintah daerah dengan penyedia, terlebih dalam bidang konstruksi bangunan.
"Kami saat ini tidak ada menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Dan mata pencarian kami juga di sini," ujarnya.
Dia berharap kondisi keuangan daerah bisa segera membaik.
Sehingga kerja sama pemerintah daerah dengan penyedia bisa lebih maksimal.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Sri Ridayani menjelaskan, untuk saat ini peluang investasi di Kukar berada di sektor nonekstraktif.
Sektor nonekstratif itu, meliputi sektor perkebunan kelapa sawit, budidaya rumput laut, pasir kuarsa dan lainnya.
"Saat ini kita fokusnya ke sektor hilirisasi, sebagai peluang investasi yang dinilai menjanjikan," ujar Sri Ridayani.
Berdasarkan data saat ini, ada 944 investor yang menanamkan modalnya di Kukar, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
"Untuk nilainya fluktuatif, pada 2025 kemarin realisasi investasi sudah mencapai Rp 12 triliun," tuturnya.
Untuk 2026, ia menargetkan nilai investasi sekitar Rp 7 triliun.
Ia meyakini target investasi bakal tercapai, karena pada 2025 lalu target investasi sekitar Rp 7,3 triliun dan terealisasi sekitar Rp 12 triliun.
Ia menegaskan pemerintah daerah membuka peluang lebar bagi masyarakat yang ingin berinvestasi.
"Jika banyak investor yang menanamkan modal di Kukar, pastinya pertumbuhan ekonomi di Kukar semakin membaik," ucapnya. (Ary)