• Senin, 03 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ilustrasi Seragam Sekolah di Madrasah.(Foto: Gemini AI)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Program seragam sekolah gratis yang saat ini dinikmati peserta didik baru di sekolah-sekolah negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) belum berlaku bagi murid madrasah.

Hal ini dipastikan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kukar karena madrasah berada dalam sistem dan kewenangan yang berbeda.

Kepala Kantor Kemenag Kukar, Ariyadi F mengatakan, pihaknya memahami harapan masyarakat agar murid madrasah juga dapat memperoleh bantuan serupa.

Bahkan aspirasi ini pernah disampaikan Forum Madrasah kepada pemerintah daerah dalam sebuah audiensi.

Menurut Ariyadi, usulan itu muncul karena madrasah dan sekolah umum sama-sama berperan dalam mencetak generasi muda yang berkualitas sehingga diharapkan memperoleh perhatian yang setara.

Namun, hingga saat ini belum ada regulasi maupun kebijakan yang memungkinkan program seragam gratis diterapkan di lingkungan madrasah.

“Madrasah berada di bawah Kementerian Agama, sehingga mekanisme dan kebijakan yang berlaku berbeda dengan sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan. Untuk tahun ini belum ada program seragam gratis bagi siswa madrasah,” kata Ariyadi, Kamis (11/6/2026).

Meskipun belum memperoleh fasilitas tersebut, Ariyadi menegaskan keberadaan madrasah tetap mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.

Selama ini berbagai program bantuan pendidikan telah disalurkan untuk menunjang operasional dan pengembangan lembaga pendidikan keagamaan.

Dukungan itu, lanjut dia, menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap kemajuan madrasah, meskipun kewenangan pengelolaannya berada di bawah pemerintah pusat.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Pemkab Kukar terhadap madrasah. Banyak bantuan yang selama ini diberikan dan sangat membantu pengembangan pendidikan keagamaan di daerah,” katanya.

Di tengah belum adanya program seragam gratis, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di madrasah tetap tinggi.

Hal itu terlihat dari proses penerimaan peserta didik baru yang berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Ariyadi menilai masyarakat masih menaruh kepercayaan besar terhadap madrasah karena selain memberikan pendidikan umum, juga memperkuat pendidikan agama dan pembentukan karakter peserta didik.

“Alhamdulillah pendaftaran siswa baru tetap berjalan baik. Antusiasme masyarakat terhadap madrasah masih sangat tinggi,” ujarnya.

Untuk membantu orangtua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, pihak madrasah biasanya memberikan kemudahan dalam sistem pembayaran seragam.

Orangtua dapat melakukan pembayaran secara bertahap sehingga tidak terlalu memberatkan kondisi ekonomi keluarga.

Menurut Ariyadi, pola tersebut selama ini cukup efektif membantu masyarakat, terutama menjelang tahun ajaran baru ketika kebutuhan pendidikan anak meningkat.

“Pembayaran seragam bisa dicicil 2 sampai 3 kali sesuai kemampuan orangtua. Ini sudah menjadi solusi yang biasa diterapkan di madrasah,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan para calon murid agar tidak menjadikan bantuan seragam sebagai ukuran kualitas pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan seorang pelajar lebih ditentukan oleh kemauan belajar, disiplin, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.

“Baik madrasah maupun sekolah umum memiliki tujuan yang sama, yakni mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak. Karena itu siswa harus tetap semangat belajar dan bersyukur atas kesempatan memperoleh pendidikan,” ucapnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top