• Sabtu, 13 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pengelola Wisata Kembang Jaong, Erwin Junaidi, Jumat (12/6/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Objek Wisata Kembang Jaong yang berada di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Dusun Bensamar, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini mengalami penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu.

Tempat wisata yang mengusung konsep rekreasi dan edukasi tersebut sempat menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat. Pada masa awal beroperasi, Kembang Jaong mendapat antusias yang besar dari pengunjung karena saat itu belum banyak pilihan wisata serupa di wilayah Tenggarong dan sekitarnya.

Namun, kondisi tersebut berbalik dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya jumlah destinasi wisata baru serta hadirnya ruang terbuka publik yang dapat dinikmati secara gratis membuat jumlah pengunjung Kembang Jaong terus menurun.

Pengelola Wisata Kembang Jaong, Erwin Junaidi mengatakan, saat ini pihaknya lebih fokus memanfaatkan kawasan wisata untuk kegiatan camping dan gathering karena kunjungan wisata umum sudah tidak seramai dulu.

"Pada awal dibuka memang pengunjung cukup banyak karena saat itu belum banyak tempat wisata lain. Namun sekarang sudah banyak pilihan tempat wisata sehingga jumlah pengunjung berkurang," ujarnya pada KutaiRaya.com, Jumat (12/6/2026).

Saat ini Kembang Jaong lebih sering dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat, pelajar, maupun komunitas yang ingin mengadakan kegiatan berkemah dan pertemuan di alam terbuka.

"Kami sekarang mengondisikan tempat ini untuk kegiatan camping, gathering, dan aktivitas luar ruangan lainnya. Itu yang masih cukup diminati," katanya.

Ia mengungkapkan, jumlah pengunjung mingguan saat ini jauh berbeda dibandingkan masa kejayaannya. Jika dulu dalam satu pekan jumlah pengunjung bisa mencapai 100 hingga 300 orang, kini kedatangan 10 hingga 20 orang saja sudah dianggap cukup baik.

"Dulu setiap minggu bisa 100 sampai 300 orang datang. Sekarang kalau ada 10 sampai 20 orang saja sudah lumayan. Kenyataannya sering kali tidak sampai sebanyak itu," jelasnya.

Selain persaingan dengan destinasi wisata lain, ia menilai minimnya wahana yang tersedia di Kembang Jaong juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung.

Saat ini, fasilitas yang tersedia masih didominasi area terbuka yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan bersama. Pihak pengelola mengaku masih terus berupaya melengkapi berbagai wahana guna meningkatkan daya tarik wisata tersebut.

"Kami memang masih kekurangan wahana. Sementara ini yang kami siapkan lebih kepada fasilitas umum untuk kegiatan di ruang terbuka," tuturnya.

Ia juga menilai, keberadaan sejumlah taman dan ruang publik gratis di Tenggarong turut memberikan dampak terhadap jumlah kunjungan wisata berbayar. Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat saat ini juga menjadi pertimbangan dalam menentukan destinasi rekreasi keluarga.

Meski demikian, pengelola tidak menyerah dan terus mencari cara agar Wisata Kembang Jaong tetap bertahan. Salah satu harapan yang masih menjadi andalan adalah meningkatnya kunjungan saat musim libur sekolah dan kegiatan tengah semester.

"Biasanya yang masih ramai itu saat libur sekolah atau kegiatan tengah semester. Anak-anak datang untuk camping dan kegiatan edukasi. Itu yang sedang kami coba kembangkan ke depannya," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga sekitar, Lestari, menilai kondisi Wisata Kembang Jaong saat ini memang berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.

Banyaknya pilihan tempat wisata dan ruang terbuka di Tenggarong membuat masyarakat memiliki lebih banyak alternatif untuk berlibur maupun berkumpul bersama keluarga.

"Memang sekarang tidak seperti dulu. Saat ini banyak tempat wisata lain yang bisa dijadikan tempat berkumpul atau rekreasi. Kalau menurut saya, mungkin perlu ada penambahan wahana atau sesuatu yang baru agar masyarakat lebih tertarik datang," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top