• Jum'at, 12 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



SPBU Timbau, Kamis (11/6/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp 16.650, membuat warga Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resah.

Pasalnya, BBM jenis Pertamax ini menjadi solusi terhadap antrean BBM subsidi jenis Pertalite.

Warga Tenggarong, Rahmawati mengaku sangat jarang mengisi BBM jenis Pertalite karena antreannya panjang.

Sehingga setiap mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) hanya menggunakan jenis Pertamax, yang harga sebelumnya hanya sekitar Rp 12 ribu.

"Harga Pertamax ini bukan naik, tapi ganti harga menjadi Rp 16.650. Ini selisihnya sangat jauh," kata Rahmawati kepada KutaiRaya.com, Kamis (11/6/2026).

Melihat harga BBM yang berubah, ia lebih baik mengantre menunggu giliran di jalur BBM jenis Pertalite.

"Saya lebih baik antre di Jalur Pertalite daripada membeli Pertamax. Karena kondisi perekonomian saat ini tengah sulit," ucapnya.

Menurutnya, kenaikan harga BBM jenis Pertamax ini bagian dari strategi pemerintah dan Pertamina, agar masyarakat terbiasa membeli Pertamax.

"Pertamax naik harganya dan Pertalite sulit dicari. Sehingga masyarakat tetap menbeli Pertamax," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Shif SPBU Timbau, Gufron menjelaskan, kenaikan BBM jenis Pertamax dan Pertamax Turbo ini dirasakan dari 10 Juni 2026.

"Dengan kenaikan ini, warga langsung membludak di jalur Pertalite. Kemungkinan diduga pengaruh dari kenaikan Pertamax," ucap Gufron. (Ary)



Pasang Iklan
Top