
Kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (11/6/2026).(Foto: Andri Wahyudi/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang secara resmi dicanangkan sebagai upaya memperoleh data akurat mengenai kondisi dan struktur perekonomian daerah, Kamis (11/6/2026) bertempat di Pendopo Odah Etam Tenggarong.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, sensus ekonomi merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka 6.
Menurutnya, hasil sensus akan menjadi instrumen penting dalam memotret perkembangan ekonomi daerah, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
"Hasil sensus ekonomi akan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi perekonomian di Kutai Kartanegara. Data dan informasi yang dihasilkan sangat penting untuk mendukung pengambilan kebijakan pemerintah daerah ke depan," ujar Aulia usai pencanangan Sensus Ekonomi 2026.
Ia berharap data yang diperoleh nantinya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran sesuai kondisi riil masyarakat dan pelaku usaha.
Terkait pertumbuhan ekonomi Kukar pada triwulan I 2026 yang tercatat sebesar 2,24 persen, Aulia menjelaskan kondisi ini tidak terlepas dari dominasi sektor pertambangan dan penggalian dalam struktur perekonomian daerah.
Menurutnya, sekitar 62 persen perekonomian Kukar masih ditopang sektor pertambangan dan penggalian.
Ketika terjadi penurunan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang yang berdampak pada berkurangnya produksi batu bara dan tenaga kerja, maka kondisi ini turut memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah.
Meskipun demikian, Aulia menilai sejumlah sektor nonpertambangan justru menunjukkan tren positif.
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, serta pertanian terus mengalami pertumbuhan.
"Kami menunggu kajian lebih rinci dari BPS (Badan Pusat Statistik) untuk melihat sektor-sektor mana yang mengalami pertumbuhan dan bagaimana kontribusinya terhadap perekonomian Kukar secara keseluruhan," katanya.
Sementara itu Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Kukar, Khairil Anwar, menjelaskan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan sensus melalui pelatihan petugas lapangan.
Sebanyak 586 petugas sensus telah disiapkan dan akan bertugas di 20 kecamatan di wilayah Kukar.
Pelatihan dilakukan melalui 22 training center yang tersebar di berbagai wilayah.
"Untuk wilayah Tenggarong terdapat 5 kelas pelatihan yang dilaksanakan dalam 2 gelombang. Saat ini gelombang pertama sudah selesai dan akan dilanjutkan dengan gelombang berikutnya," kata Khairil.
Ia menambahkan, pelaksanaan pendataan lapangan secara door to door akan dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Rentang waktu yang cukup panjang diberikan karena luasnya wilayah dan banyaknya objek yang harus didata oleh petugas.
Khairil juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus.
Seluruh petugas akan dibekali atribut resmi berupa rompi, tanda pengenal (name tag), serta surat tugas.
"Pada name tag petugas terdapat barcode yang dapat dipindai oleh masyarakat. Barcode tersebut akan terhubung langsung dengan sistem BPS sehingga warga dapat memastikan bahwa yang datang benar-benar petugas resmi Sensus Ekonomi 2026," ujarnya.
Melalui pelaksanaan sensus ini, BPS berharap dapat memperoleh data yang akurat mengenai struktur ekonomi daerah, sehingga menjadi dasar perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan yang lebih efektif di Kabupaten Kukar. (Dri)