• Rabu, 24 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, saat menyambut kedatangan jemaah haji kloter 2, di Asrama Haji Balikpapan, pada hari Selasa (9/6/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Kedatangan Jemaah Haji Kloter 2 Embarkasi Balikpapan di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, pada hari Selasa (9/6/2026) penuh haru.

Area kedatangan penuh dengan para keluarga yang menyambut kepulangan orang-orang tercinta setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Sebanyak 360 jemaah asal Kota Balikpapan tergabung dalam kloter ini. Namun, kepulangan tersebut turut diselimuti kabar duka atas wafatnya satu jemaah di Makkah Al-Mukarramah akibat komplikasi kesehatan, termasuk hipertensi yang berujung pada serangan jantung. Almarhum telah dimakamkan di Tanah Suci sesuai ketentuan otoritas setempat.

Kedatangan jemaah disambut langsung Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Kaltim, Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses kepulangan jemaah, sekaligus belasungkawa mendalam atas wafatnya salah satu jemaah.

"Atas nama pemerintah provinsi Kalimantan Timur, saya menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberi ketabahan,” ujarnya pada hari Selasa (9/6/2026), di Asrama Haji Balikpapan.

Wagub Seno Aji menilai ibadah haji bukan hanya bermakna spiritual, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi bagi daerah. Perputaran ekonomi dari aktivitas haji mulai dari pembelian perlengkapan, transportasi, hingga oleh-oleh dinilai mampu menggerakkan pelaku UMKM lokal di Balikpapan dan daerah sekitar seperti Samarinda dan Bontang.

Selain itu, pemerintah daerah mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan para jemaah sepulang dari Arab Saudi, terlebih sebagian masih harus melanjutkan perjalanan ke sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, termasuk kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Balikpapan, Suharto Baijuri, menjelaskan bahwa secara administratif jumlah kedatangan tetap tercatat 360 jemaah. Hal ini dimungkinkan melalui mekanisme penyesuaian manifest atau tanazul antar kloter.

“Jumlah jemaah secara administrasi tetap 360 karena ada penyesuaian melalui tanazul dari kloter lain. Mekanisme ini menjaga komposisi kloter tetap sesuai saat kepulangan,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh proses pemulangan berjalan lancar, mulai dari keberangkatan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, transit di Medan, hingga tiba di Balikpapan tanpa kendala berarti. Koordinasi lintas petugas di setiap titik layanan menjadi kunci kelancaran perjalanan panjang tersebut. (Las)



Pasang Iklan
Top