• Jum'at, 12 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Plt. Kepala Dispar Awang Agus, Sabtu (6/6/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membuka diri bagi pengembangan destinasi wisata buatan yang dikelola masyarakat maupun pelaku usaha.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperluas pilihan destinasi wisata di Kukar, tidak hanya bertumpu pada wisata alam yang sudah ada.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus mengatakan, pada tahun ini kemungkinan adanya kemunculan destinasi wisata buatan. Selama ini pengelolaan dan pembinaan sektor pariwisata lebih banyak diarahkan pada destinasi wisata alam yang telah berkembang di berbagai Kukar. Dispar akan menyambut baik terhadap keberadaan wisata buatan yang dinilai memiliki potensi menarik minat wisatawan.

"Untuk tahun ini, kemungkinan akan ada destinasi wisata buatan. Selama ini pengelolaan pariwisata memang lebih banyak pada wisata alam yang sudah ada," ujarnya pada KutaiRaya.com, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, yang dimaksud wisata buatan seperti objek wisata yang dibangun atau dikembangkan oleh masyarakat maupun pihak swasta, seperti wahana permainan air atau waterpark. Keberadaan destinasi seperti ini dinilai dapat menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ia mencontohkan, destinasi berupa waterpark atau wahana rekreasi yang dibangun oleh masyarakat dan kemudian dikelola secara komersial dengan sistem penyewaan atau layanan wisata lainnya.

"Contohnya seperti waterpark. Itu termasuk wisata buatan yang bisa dikembangkan," katanya.

Salah satu destinasi wisata buatan yang berkembang di Kukar, Family Water Park Separi yang berada di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang. Objek wisata air keluarga ini telah menjadi salah satu pilihan rekreasi bagi masyarakat setempat maupun pengunjung dari luar daerah.

Pemilik Family Water Park Separi, Suwaji mengatakan, tempat wisata tersebut resmi dibuka untuk umum sejak 20 Juni 2016. Selama beroperasi, antusias pengunjung dinilai cukup baik meskipun pada waktu-waktu tertentu terjadi penurunan jumlah wisatawan.

"Sejak dibuka, antusias pengunjung cukup banyak. Memang ada masa-masa tertentu terjadi penurunan, tetapi kami tetap bersyukur karena tempat ini masih menjadi pilihan wisata keluarga," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top