• Senin, 08 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Pemkab Berau



Wakil Bupati Berau, Gamalis


BERAU, (KutaiRaya.com): Pertumbuhan sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi di Pulau Maratua dinilai mulai memunculkan kebutuhan baru di sektor transportasi laut.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, melihat peluang usaha menjanjikan dari layanan angkutan kargo khusus yang melayani rute menuju kawasan kepulauan tersebut.

Menurutnya, meningkatnya arus barang dan penumpang ke Maratua membuat pola transportasi yang ada saat ini perlu dievaluasi. Pasalnya, angkutan penumpang masih harus berbagi ruang dengan berbagai jenis barang, mulai dari logistik usaha, kebutuhan pokok, paket kiriman hingga perlengkapan wisatawan.

Saat meninjau aktivitas di Dermaga Sanggam beberapa waktu lalu, Gamalis menyoroti masih bercampurnya angkutan orang dan barang dalam satu armada speedboat.

“Kalau kita lihat saat ini orang dan barang masih bercampur. Sementara barang yang dibawa tidak selalu terpantau jumlah maupun volumenya,” ujar Gamalis, Minggu (7/6/26).

Ia mencontohkan wisatawan yang datang ke Berau, khususnya wisatawan mancanegara, kerap membawa perlengkapan dalam jumlah besar. Kondisi tersebut semakin terlihat pada wisatawan penyelam yang membawa peralatan diving dengan ukuran dan volume cukup besar.

“Contohnya tadi ada wisatawan asing, satu orang membawa tiga tas besar. Belum lagi wisatawan yang datang untuk diving, mereka membawa peralatan-peralatan khusus yang ukurannya cukup besar,” katanya.

Lanjutnya, tak hanya barang bawaan wisatawan, kapal penumpang juga mengangkut berbagai kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di wilayah kepulauan.

Situasi ini, menurut Gamalis, menjadi sinyal bahwa pasar angkutan barang menuju Maratua sebenarnya sudah terbentuk dan terus berkembang.

Karena itu, ia menilai kehadiran armada speed kargo khusus dapat menjadi solusi yang menguntungkan berbagai pihak. Selain membuat perjalanan penumpang lebih nyaman, distribusi logistik ke kawasan wisata unggulan Berau juga dapat berlangsung lebih cepat dan terorganisir.

“Ke depan ini bisa menjadi perhatian, apakah diperlukan pemisahan antara angkutan orang dan barang. Kalau barang kecil masih bisa dibawa bersama penumpang, tetapi kalau volumenya sudah besar tentu perlu dipikirkan layanan tersendiri,” jelasnya.

Gamalis mengatakan, keberadaan layanan kargo khusus akan memperkuat rantai pasok kebutuhan masyarakat, pelaku UMKM, hotel, restoran hingga sektor pariwisata di Maratua. Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan dan geliat ekonomi lokal, kebutuhan distribusi barang diperkirakan akan terus bertambah.

Dirinya menambahkan, peluang tersebut patut dilirik oleh pelaku usaha transportasi laut di Berau. Dengan pasar yang semakin tumbuh, layanan speed kargo khusus berpotensi menjadi sektor usaha baru yang menjanjikan sekaligus mendukung percepatan pembangunan kawasan kepulauan.

“Ini peluang yang bisa dilirik pelaku usaha. Karena kebutuhan pengangkutan barang ke Maratua cukup besar dan terus berkembang seiring pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di sana,” tandasnya. (Adv/Bul)



Pasang Iklan
Top