• Senin, 08 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Produk amplang Tenggarong, Sabtu (6/6/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pelaku UMKM amplang di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara meraup omset mencapai Rp. 10 juta setiap bulannya.

Owner amplang Khoirul Huda mengatakan, mulai menggeluti usaha ini sejak 2025 dengan bermodalkan minim pengetahuan. Awal terjun usaha hanya iseng dan belajar melalui Youtube.

"Mengisi waktu luang, iseng belajar membuat amplang melalui Youtube dan berhasil, dengan percobaan setengah kilogram," kata Khoirul Huda pada KutaiRaya.com, di Tenggarong, Sabtu (6/62026).

Atas ketekunannya, saat ini produksi amplang telah mencapai 2 Kg setiap harinya.

Amplang yang diproduksi ini dijual mulai dari Rp. 11-150 ribu per bungkusnya, tergantung dari ukuran bungkus amplang tersebut.

"Sebagian besar pelanggan yang order di harga Rp. 24-80 ribu," ucapnya.

Adapun tantangan yang dihadapi dalam memproduksi amplang ialah, harga bahan baku mengalami kenaikan baik dari tepung, minyak goreng hingga kemasan plastik.

"Ini membuat kami memutar pikiran, agar penjualan amplang masih terjangkau," ujarnya.

Dirinya berharap, para pelanggan bisa memahami kondisi kenaikan harga bahan pangan.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Kecil Mikro (UKM) Dinas Koperasi dan UKM Kukar Santy Efendi menilai produk UMKM lokal ini juga tak kalah saing dengan brand yang terkenal. Tapi UMKM lokal masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu, kemasan, ijin usaha dan lainnya.

"Kami komitmen melakukan peningkatan kapasitas pelaku maupun kualitas dari produk UMKM itu sendiri," ujar Santi Effendi. (Ary)



Pasang Iklan
Top