• Kamis, 04 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Peternakan ayam petelur BUMDes Puan Tappung, Kamis (4/6/2026).(Foto; Achmad Rizki/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Puan Tappung di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mampu memproduksi telur sekitar 390 butir.

Anggota BUMDes Puan Tappung, Risma Riris mengatakan, peluang usaha ini diambil melihat adanya program nasional, yaitu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Komoditas telur ini menjadi salah satu menu dalam mendukung gizi anak.

"Tapi di dalam perjalanannya, telur yang diproduksi ini masih kecil. Sehingga belum memenuhi kriteria dapur MBG atau SPPG," kata Risma kepada KutaiRaya.com, Kamis (4/6/2026).

Produksi telur ini hanya dijual di sekitar Desa Kedang Ipil, dengan harga bervariasi tergantung dari ukurannya.

Telur ukuran besar bisa mencapai Rp 58 ribu per piring, ukuran sedang Rp 53-55 per piring dan ukuran kecil Rp 50 per piring.

"Dalam sehari BUMDes ini mampu menjual sekitar 5-10 piring," ucapnya.

Ia menjelaskan, produksi telur sebanyak ini dihasilkan dari sekitar 504 ekor ayam.

Dari ayam petelur yang dipelihara itu belum bisa seluruhnya menghasilkan telur.

"Masa panen telur ayam ini sekitar 2-3 bulan pemeliharaan ayam petelur. Sehingga produksi yang dihasilkan juga tergantung dari kualitas ayam yang dipelihara," ujarnya.

Adapun tantangan dalam memelihara ayam petelur adalah cara merawat kesehatan kandang dan ayam hingga risiko kematian.

Sementara itu warga desa Kedang Ipil, Yupa Beben menyebutkan, harga telur di sini masih terjangkau.

Pasalnya, jika membeli telur di pasar atau di Tenggarong, pastinya bisa mencapai sekitar Rp 60 ribu per piring.

"Saya sering membeli telur ini di BUMDes. Selain harganya murah, usaha telur di BUMDes ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," ucap Yupa. (Ary)



Pasang Iklan
Top