• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, saat memimpin Konferensi Pers di Lobby Mapolresta Balikpapan, Rabu (3/6/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Polda Kalimantan Timur terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan jalanan atau street crime, yang dinilai berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari aspek psikologis hingga ekonomi.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, mengatakan tindak pidana seperti pencurian dengan pemberatan atau curat), pencurian dengan kekerasan atau curas), dan pencurian kendaraan bermotor atau curanmor tidak hanya merugikan korban secara materiil, tetapi juga memengaruhi rasa aman masyarakat.

"Street crime memiliki dampak yang sangat besar terhadap masyarakat. Dampaknya tidak hanya berupa kerugian materiil, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran yang dapat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat," ujar Kapolda Kaltim, saat Konferensi Pers di Lobby Mapolresta Balikpapan, pada hari Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, dampak pertama yang muncul adalah dampak psikologis. Masyarakat yang merasa terancam oleh tindak kriminal akan mengalami penurunan rasa aman saat beraktivitas di lingkungan sekitar.

Selain itu, kejahatan jalanan juga berdampak pada sektor ekonomi dan rumah tangga. Korban dapat kehilangan kendaraan, barang berharga, maupun aset lain yang memiliki nilai ekonomi.

Kapolda menambahkan, meningkatnya kekhawatiran terhadap kejahatan jalanan juga dapat mengubah pola aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan sikap apatis, berkurangnya interaksi sosial, hingga menurunnya tingkat kepercayaan antarwarga.

"Dampak yang lebih luas adalah terhadap iklim usaha dan aktivitas ekonomi. Ketika masyarakat merasa khawatir untuk beraktivitas pada waktu-waktu tertentu, tentu akan memengaruhi pergerakan ekonomi secara keseluruhan," katanya.

Polda Kaltim bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan seluruh jajaran Polres terus memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kasus-kasus kejahatan jalanan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Berbagai langkah dilakukan melalui pendekatan preemtif, preventif, dan represif. Upaya tersebut meliputi edukasi kepada masyarakat, peningkatan patroli di wilayah rawan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan.

Sementara itu, Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold H.Y Kumontoy memastikan situasi keamanan di Kota Balikpapan, hingga saat ini masih dalam kondisi kondusif.

Menurutnya, berbagai kegiatan kepolisian yang dilakukan merupakan bentuk pertanggungjawaban institusi dalam menjalankan tugas perlindungan, pengayoman, pelayanan masyarakat, penegakan hukum, serta pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

"Kota Balikpapan sampai saat ini masih dalam keadaan kondusif. Namun kami tetap mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi, apabila menemukan atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas," ujarnya.

Kapolresta mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 yang dapat diakses selama 24 jam untuk melaporkan berbagai kejadian maupun potensi gangguan keamanan.

"Setiap informasi yang masuk melalui layanan 110 akan langsung ditindaklanjuti. Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui akun media sosial resmi Polresta Balikpapan yang telah terverifikasi," katanya.

Untuk memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat, Polresta Balikpapan juga menggelar patroli rutin setiap hari melalui program Patroli Beat yang tersebar di enam kecamatan.

Saat ini terdapat lima titik patroli beat yang aktif melakukan pemantauan wilayah. Selain itu, Polresta Balikpapan juga didukung Unit Reaksi Cepat (URC) serta patroli bermotor yang siap merespons laporan masyarakat dalam waktu cepat.

"Kehadiran personel di lapangan menjadi salah satu upaya kami untuk mencegah terjadinya tindak kriminal dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," tegas Jerrold.

Melalui kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat, Polda Kaltim berharap angka kejahatan jalanan dapat terus ditekan sehingga aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan aman dan nyaman. (Las)



Pasang Iklan
Top