
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat meninjau kios cinderamata Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau.
BERAU, (KutaiRaya.com): Kios cinderamata yang dibangun untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pulau Derawan menjadi sorotan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.
Saat melakukan peninjauan di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Bera, Minggu (31/5/2026), ia menilai fasilitas yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp1 Miliar tersebut belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Kios cinderamata yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pariwisata Tahun 2023 senilai Rp1 Miliar lebih itu hingga kini masih terlihat kosong. Di sekitar bangunan, kondisi lingkungan juga dinilai kurang terawat dengan masih ditemukannya sampah yang berserakan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sri didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau. Ia meminta seluruh pihak, termasuk masyarakat setempat, untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keberlangsungan fasilitas wisata yang telah dibangun pemerintah.
Menurutnya, Pulau Derawan merupakan salah satu destinasi unggulan yang menjadi wajah pariwisata Berau di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, keberhasilan pengelolaan kawasan wisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah atau pemerintah kampung semata.
“Orang lebih mengenal Pulau Derawan dari pada Berau. Artinya, Pulau Derawan termasuk aset potensi yang luar biasa untuk dijaga,” ujarnya.
Sri menilai keberadaan kios cinderamata tersebut memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di jalur utama wisatawan yang datang maupun pulang dari Pulau Derawan. Dengan lokasi tersebut, kios berpotensi menjadi pusat pemasaran produk UMKM, kerajinan tangan, hingga berbagai hasil kreativitas masyarakat kampung.
Ia menyebut, selain kios cinderamata, kawasan tersebut juga telah dilengkapi Gedung Tourism Information Center (TIC) yang dibangun melalui dukungan DAK dan APBD Kabupaten Berau dengan total anggaran sekitar Rp5,4 Miliar.
Dirinya menginginkan, kehadiran fasilitas tersebut mampu memperkuat promosi destinasi wisata sekaligus menjadi pusat informasi bagi wisatawan yang berkunjung.
“Ini sudah strategis. Wisatawan yang datang atau pulang dari Pulau Derawan bisa langsung mampir melihat-lihat hasil cinderamata dari potensi-potensi kampung,” katanya.
Sri menegaskan, pembangunan infrastruktur pariwisata harus mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, jika fasilitas tersebut dimanfaatkan secara maksimal, maka dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan pendapatan asli kampung (PAK).
Ia pun mengingatkan agar investasi pemerintah di sektor pariwisata tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi harus diikuti dengan pengelolaan yang baik dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
“Jangan sampai infrastruktur sudah dibangunkan, tapi tidak menghasilkan perputaran ekonomi yang maksimal,” tutupnya. (Bull)