• Minggu, 19 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji, Sabtu (18/7/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang pada tahun ini.

Berdasarkan prakiraan cuaca, musim kemarau diperkirakan mulai Juli dan akan berlanjut hingga awal November, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman.

Kepala BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji mengatakan, meskipun di tengah musim kemarau masih berpotensi terjadi hujan, intensitasnya tidak akan merata.

Bahkan, dalam beberapa waktu kemarau diperkirakan bisa terjadi hingga 10 hari tanpa hujan yang memicu suhu udara menjadi lebih panas.

"Jadi musim kemarau cukup lama dengan tingkat kekeringan kategori sedang," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun hutan dan lahan.

Sehingga masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama musim kemarau.

Ia mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan mengurangi paparan panas matahari secara langsung.

Saat beraktivitas di luar ruangan, warga disarankan menggunakan pelindung diri serta mengenakan pakaian berwarna terang agar tidak mudah menyerap panas.

Selain itu, masyarakat juga diminta memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mengantisipasi korsleting yang dapat memicu kebakaran.

"Pada musim panas seperti ini, sedikit saja ada sumber api bisa menyebabkan kebakaran. Karena itu instalasi listrik harus dicek secara berkala dan masyarakat juga harus lebih berhati-hati saat membakar sampah ataupun membuka lahan," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat apabila menemukan titik api atau sumber panas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera melaporkan kepada BPBD atau pemadam kebakaran agar bisa segera ditindaklanjuti.

"Kami juga berharap rekan-rekan media ikut menyebarluaskan informasi ini supaya masyarakat semakin waspada," katanya.

Ia menjelaskan ada beberapa kecamatan di Kukar yang menjadi perhatian khusus selama musim kemarau, salah satunya Kecamatan Muara Kaman.

Daerah ini menjadi kawasan dengan tingkat kerawanan tertinggi karena sekitar 70 persen wilayahnya merupakan lahan gambut.

"Lahan gambut sangat sulit dipadamkan. Penanganannya tidak bisa menggunakan cara biasa, tetapi harus memakai peralatan khusus yang menyuntikkan air hingga beberapa meter ke dalam tanah. Karena itu Muara Kaman menjadi atensi kami dan juga perhatian secara nasional," ucapnya.

Selain Muara Kaman, sejumlah kecamatan lain yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan, yakni Samboja, Samboja Barat, Loa Janan, Loa Kulu, Muara Badak, Kenohan, dan Kembang Janggut. (*Zar)



Pasang Iklan
Top