
Wakil Bupati Berau, Gamalis saat meninjau RPH Berau di Kecamatan Gunung Tabur.
BERAU, (KutaiRaya.com): Operasional Rumah Potong Hewan (RPH) Berau di Kecamatan Gunung Tabur terancam terganggu akibat kerusakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pompa air yang menjadi fasilitas penunjang utama.
Kondisi tersebut mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat melakukan peninjauan ke lokasi, Sabtu 30 Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Gamalis menerima laporan dari pengelola RPH terkait kerusakan IPAL yang berfungsi mengelola limbah hasil aktivitas pemotongan hewan.
Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki peran vital untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan operasional RPH berjalan sesuai standar.
“IPAL ini sangat penting karena menjadi saluran pembuangan limbah dari kegiatan pemotongan hewan. Ini menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang perlu kita perjuangkan agar bisa masuk dalam APBD Perubahan 2026,” ungkapnya.
Tak hanya IPAL, Gamalis juga mendapat laporan mengenai kerusakan pompa air yang selama ini digunakan dalam operasional harian RPH. Kerusakan kedua fasilitas tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menghambat pelayanan kepada masyarakat.
“Ditambah pompa air juga rusak,” katanya.
Ia menambahkan, aktivitas pemotongan hewan di RPH Berau berlangsung setiap hari dengan rata-rata enam ekor sapi dipotong per hari. Tingginya intensitas kegiatan tersebut membuat seluruh sarana pendukung harus selalu dalam kondisi baik agar pelayanan tetap optimal.
“Jangan sampai kerusakan jadi kendala. Karena aktivitas di sini berjalan setiap hari dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap optimal,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala RPH Berau, Nanang Ardhiansyah, menjelaskan kerusakan IPAL mulai terjadi sejak akhir Ramadan lalu saat jumlah pemotongan hewan meningkat signifikan. Salah satu bagian fasilitas tersebut rusak setelah terinjak sapi jenis simental dengan bobot lebih dari satu ton.
“Kerusakan terjadi diinjak sapi simental,” ungkapnya.
Akibat kerusakan tersebut, proses pengelolaan limbah tidak lagi berjalan maksimal. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan sekitar RPH, kondisi itu juga memicu meningkatnya populasi lalat yang mengganggu kenyamanan.
“Ini jadi kendala kita, tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Semoga bisa secepatnya dianggarkan,” katanya.
Nanang berharap perbaikan IPAL dan pompa air dapat segera direalisasikan agar operasional RPH tetap berjalan lancar.
“Keberadaan fasilitas yang berfungsi optimal sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan, kebersihan lingkungan, dan kelancaran pasokan daging bagi masyarakat kita,” tandasnya. (Bull)