• Minggu, 31 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Lahan pertanian cabai, Sabtu (30/5/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pasca Iduladha 2026, harga cabai di Kukar meroket mencapai Rp. 120 ribu per kilogram, termasuk di Kecamatan Tenggarong Seberang.

Salah seorang warga Tenggarong Seberang Nurul Pujianti mengatakan, di Tenggarong Seberang ini banyak lahan pertanian. Namun sejumlah komoditas pertanian termasuk cabai mengalami kenaikan harga yang signifikan.

"Harga cabai mengalami kenaikan signifikan pada momen Iduladha hari kedua. Sebelum Iduladha harga cabai hanya Rp. 80 ribu," kata Nurul Pujianti pada KutaiRaya.com, di Tenggarong, Sabtu (30/5/2026).

Ia menyebutkan, kenaikan harga cabai itu dari informasi yang diterima disebabkan oleh kelangkaan komoditas. Sehingga komoditas tersebut tak mampu memenuhi permintaan pasar.

Menurutnya, kenaikan harga itu dapat membebankan masyarakat terlebih yang sedang memiliki hajat atau acara. Karena komoditas cabai ini memiliki peran penting, terhadap dalam suatu masakan.

"Kami berharap, harga cabai di Tenggarong Seberang ini cepat kembali normal. Untuk wilayah lain, saya tak mengetahui terhadap harga cabai," sebutnya.

Sementara itu Petani Tenggarong Seberang Suparman menyebutkan, komoditas cabai saat ini tengah langka. Hal itu disebabkan karena masa panen tak serentak, sehingga ketersediaan stok terbatas.

"Menanam cabai ini memerlukan waktu sekitar 3 bulan. Cabai ini ada yang baru ditanam, ada yang dari 2 bulan lalu, ada juga yang siap panen," sebut Suparman.

Ia menegaskan, kenaikan harga cabai ini dipengaruhi oleh ketersediaan stok terbatas hingga permintaan pasar yang tinggi.

"Kalau cabai sedang kosong seperti ini, pasti dibeli oleh pedagang, dengan tawaran yang bersaing," tegasnya.

Ia mengungkapkan, yang mempengaruhi masa panen suatu komoditas pertanian juga dari cuaca. Di Tenggarong Seberang saat ini dinilai kurang mendukung untuk mengelola sektor pertanian. (Ary)



Pasang Iklan
Top