• Minggu, 31 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo bersama istri, Hj. Siti Kotijah menghadiri pembukaan cabang baru Waroeng Banjar di Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Sabtu (30/5/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Keberagaman suku dan budaya yang tumbuh di Kota Balikpapan tidak hanya tercermin dalam kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga melalui ragam kuliner yang berkembang pesat. Sebagai kota yang dikenal sebagai miniatur Indonesia, Balikpapan menjadi rumah bagi berbagai cita rasa nusantara, termasuk kuliner khas Banjar yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Komitmen mendukung perkembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ditunjukkan Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, dengan menghadiri pembukaan cabang baru Waroeng Banjar di Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Sabtu (30/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bagus hadir bersama sang istri, Hj. Siti Kotijah, sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal yang terus berupaya mengembangkan bisnisnya di tengah persaingan sektor kuliner yang semakin dinamis.

Menurut Bagus, pertumbuhan UMKM menjadi salah satu indikator positif perkembangan ekonomi daerah. Selain menciptakan lapangan kerja, UMKM juga berperan dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya melalui kuliner khas daerah.

"Balikpapan merupakan miniatur Indonesia. Berbagai suku, budaya, dan tradisi hidup berdampingan dengan harmonis di kota ini. Hal tersebut juga terlihat dari beragam kuliner yang dapat ditemukan di Balikpapan, termasuk masakan khas Banjar yang menjadi bagian dari kekayaan budaya nusantara," ujarnya.

Ia menilai, hadirnya cabang baru Waroeng Banjar menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan. Di sisi lain, ekspansi usaha seperti ini turut memperkuat sektor UMKM yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.

Waroeng Banjar menawarkan berbagai menu autentik khas Banjar, mulai dari hidangan utama hingga aneka kue dan makanan ringan tradisional yang telah dikenal luas oleh masyarakat Kalimantan. Kehadiran rumah makan tersebut tidak hanya menyasar warga keturunan Banjar, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang yang ingin menikmati kekayaan cita rasa daerah.

Bagi Kota Balikpapan yang dihuni masyarakat dari berbagai suku bangsa, kuliner menjadi salah satu sarana mempererat hubungan sosial sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

Keberadaan usaha kuliner lokal yang terus berkembang juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan pelaku usaha, hingga pemberdayaan sektor pendukung seperti pemasok bahan baku dan pelaku UMKM lainnya.

Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong tumbuhnya iklim usaha yang sehat dan kompetitif agar semakin banyak UMKM yang mampu berkembang dan naik kelas. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga keberagaman budaya yang menjadi identitas Kota Balikpapan.

Pembukaan cabang baru Waroeng Banjar pun menjadi bukti bahwa sektor kuliner lokal masih memiliki peluang besar untuk berkembang, sekaligus menjadi ruang pertemuan berbagai budaya yang hidup harmonis di Kota Beriman.

Dikesempatan yang berbeda, Kepala Kantor perwakilan bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan Kantor perwakilan bank Indonesia Balikpapan akan terus memperkuat sinergi dan inovasi program pengembangan UMKM bersama stakeholder dan mitra terkait, sebagai bagian dari upaya untuk mendukung penguatan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah inklusi dan berkelanjutan, termasuk dengan memanfaatkan momentum berkembangnya digitalisasi ekonomi daerah. (Las)



Pasang Iklan
Top