• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pelayanan kesehatan di Faskes Puskesmas Muara Kaman, Jumat (29/5/2026) (Achmad Rizki/Kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) di Kutai Kartanegara (Kukar) masih banyak memerlukan alat kesehatan (alkes), namun pemerintah daerah belum bisa mengakomodir karena keterbatasan anggaran daerah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Muffidah kepada Kutairaya, Jumat (29/5/2026).

Ia mengaku telah mengusulkan pengadaan alkes pada 2025 lalu sebanyak Rp 14 milliar, namun usulan itu belum diakomodir.

Ia menegaskan, pengadaan alkes ini berdasarkan dari usulan faskes di setiap kecamatan atau Puskesmas.

Setelah diusulkan oleh faskes, nantinya itu diverifikasi oleh Dinkes terkait urgensi atau kepentingan dari alkes itu sendiri.

"Kita sudah memverifikasi sejumlah alkes yang dibutuhkan oleh faskes," katanya.

Adapun alkes yang masih dibutuhkan, seperti tempat tidur pasien, dental unit, tempat tidur untuk melahirkan dan lainnya.

"Kami mendorong faskes jika memerlukan alkes yang nilainya masih di bawah Rp 1 juta, agar dapat dibiayai oleh Badan Layanan Unit Daerah (BLUD) dari faskes itu sendiri," ucapnya.

Untuk menyikapi kondisi saat ini, pihaknya akan melaporkan ke pimpinan melalui Sekda Kukar dan memaparkan terkait kebutuhan alkes.

"Kami paham dengan kondisi keuangan daerah seperti ini, untuk itu harus ada lebih prioritas terhadap pengadaan alkes," ujarnya.

Menurutnya, alkes ini bagian dari hal yang penting dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta alkes ini menjadi pertimbangan perpanjangan perizinan operasi faskes.

Dia berharap dengan keterbatasan alkes tetap bisa memaksimalkan pelayanan kesehatan.

Jika Puskesmas tak mampu menangani, maka segera dilakukan rujukan ke rumah sakit yang memiliki alkes memadai.

"Yang lebih banyak usulan alkes dan penting itu di Puskesmas," katanya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Muara Kaman, Dewi Setyo Asih menjelaskan, ada beberapa usulan alkes ke pemerintah daerah, di antaranya, DC Shock, kursi roda, laringoskop dewasa, anak, neonatus.

Kemudian, oksigen konsentrat, rape kit, elektrocauter, adapter telinga, set alkes umbilical emergency, set AKDR pasca plasenta, otoskop, Cp anlyzer dan sprimoter.

Meskipun keterbatasan alkes, namun pelayanan kesehatan masih tetap berjalan.

Jika Puskesmas ini tak bisa menangani penyakit pasien, maka pasien itu akan dirujuk ke Rumah Sakit Dayaku Raja.

"Alkes yang diusulkan itu memang wajib ada, meskipun jarang digunakan. Jika kami tak bisa menangani, maka bisa segera dirujuk ke rumah sakit terdekat," ucap Dewi. (ary)



Pasang Iklan
Top