• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan, Mohamad Bisri, pada hari Kamis (28/5/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Temuan cacing hati pada hewan kurban di dua lokasi penyembelihan di Balikpapan menjadi perhatian petugas Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban Iduladha 2026. Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik karena daging hewan kurban dipastikan tetap aman dikonsumsi.

Kepala Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan, Mohamad Bisri mengatakan, temuan tersebut didapat dari hasil pemeriksaan post-mortem atau pemeriksaan organ dalam hewan setelah penyembelihan dilakukan.

“Dari 62 lokasi yang sudah kami pantau, ada dua lokasi yang ditemukan cacing hati. Tapi itu tidak terlalu masalah karena hanya bagian hati yang terinfeksi yang dibuang,” ujar Bisri, pada hari Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban memang difokuskan pada organ dalam, bukan pada daging. Sebab, tanda-tanda penyakit umumnya lebih mudah terdeteksi melalui kondisi organ tubuh hewan.

“Kalau ada penyakit biasanya dampaknya terlihat di organ dalam. Jadi yang kami periksa itu organ dalamnya, bukan dagingnya,” jelasnya.

Menurut Bisri, hati yang terdapat cacing cukup dipisahkan dan tidak dikonsumsi, sedangkan bagian daging lainnya tetap layak dibagikan kepada masyarakat.

“Yang terkena cacing dicungkil atau dibuang bagian yang terinfeksi. Sementara daging dan bagian lainnya tetap aman,” katanya.

Hingga hari pertama pemantauan, DKP3 telah memeriksa sebanyak 644 ekor hewan kurban yang terdiri dari sapi, kambing, dan domba di 62 titik penyembelihan. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena laporan dari petugas lapangan terus bertambah.

“Tahun lalu total lokasi pemotongan mencapai 486 titik. Tahun ini kemungkinan hampir sama, hanya saja laporan masih terus masuk,” ungkapnya.

Pemeriksaan hewan kurban dijadwalkan berlangsung hingga tiga hari ke depan atau sampai Sabtu, mengikuti aktivitas penyembelihan di masjid, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Selain cacing hati, DKP3 juga mewaspadai penyakit hewan menular serius seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan brucellosis yang dalam kondisi tertentu dapat memengaruhi kelayakan konsumsi daging.

“Kalau ada LSD yang sangat parah hingga memengaruhi daging, biasanya daging itu tidak layak dikonsumsi. Begitu juga dengan brucellosis, terutama pada organ reproduksi hewan,” tegas Bisri.

DKP3 memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan, guna menjaga keamanan pangan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat selama Iduladha. (Las)



Pasang Iklan
Top