• Selasa, 26 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ayam petelur disalah satu peternakan di Kecamatan Tenggarong, Selasa (26/5/2026).(Achmad Rizki/Kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com) Peternak ayam petelur di Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan mahalnya harga pakan ternak.

Pasalnya, harga pakan ternak saat ini mencapai Rp 13 ribu per kilogramnya.

Tingginya harga pakan ternak ini, membuat operasional peternak membengkak.

Salah seorang peternak ayam petelur, Udin mengatakan, harga pakan ternak ini terus mengalami kenaikan, yang sebelumnya hanya Rp 8 ribu/kg, kini menjadi Rp 13 ribu/kg.

"Kenaikan harga pakan ternak dirasakan sejak 2024 lalu secara bertahap. Pakan ternak merupakan kebutuhan dalam menjalankan usaha," kata Udin kepada Kutairaya, Selasa (26/5/2026).

Ia mengaku sekali membeli pakan ternak sebanyak 15 kilogram untuk kebutuhan 100 ekor ayam petelur selama 2 hari.

Untuk membeli pakan ternak, ia harus memanen telur untuk dijual.

"Harga jual telur ini dari Rp 50-55 ribu per piring, tergantung dari ukuran. Telur itu dikumpulkan selama 2 hari bisa memperoleh 6-7 piring telur," ucapnya.

Menurutnya, pengembangan usaha seperti ini diperlukan dukungan pemerintah daerah.

Pasalnya, dalam menjalankan usahanya ini, biaya operasionalnya cukup tinggi.

"Kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah. Karena dalam menjalankan usaha ini sebanyak 80 persen biaya operasional dari pakan ternak," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani menjelaskan masyarakat bisa mengusulkan bantuan ke pemerintah daerah, tapi berbasis kelompok.

"Peternak bisa membuat kelompok terdahulu, kemudian mengusulkan bantuan ke pemerintah daerah," ucap Rifani. (ary)



Pasang Iklan
Top