• Selasa, 26 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kantor Disdikbud Kukar, Selasa (26/5/2026), (Foto : Andri wahyudi/kutairaya.com)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan pembenahan data pendidikan, khususnya terkait sarana dan prasarana (sarpras) Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Kukar agar seluruh organisasi perangkat daerah memperkuat pendataan dan evaluasi kinerja pasca pelantikan pejabat.

Kabid Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emi Rosana Saleh mengatakan, pihaknya mulai melakukan perapian dan pendetailan data sarpras seluruh SMP di Kukar agar lebih akurat dan mudah digunakan dalam pengambilan kebijakan.

"Bapak Bupati meminta penguatan pendataan. Tiga bulan setelah pelantikan pejabat akan dilakukan evaluasi, sehingga kami di bidang SMP melakukan pembenahan, khususnya data sarana dan prasarana sekolah," ujar Emi, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, pendataan ini sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Namun kini data dibuat lebih detail dan terintegrasi dalam satu sistem folder khusus yang harus diisi oleh sekolah beserta dokumen pendukungnya.

Menurut Emi, sekolah diwajibkan mengisi berbagai komponen data, mulai dari jumlah rombongan belajar (rombel), kondisi ruang kelas, hingga fasilitas penunjang lainnya, seperti toilet, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan mebel sekolah.

"Misalnya sekolah memiliki 10 rombel, maka harus disesuaikan dengan jumlah ruang kelas yang tersedia. Kemudian dipetakan lagi kondisi ruangnya, apakah rusak ringan, sedang, atau berat. Setelah itu sekolah juga wajib melampirkan dokumentasi,"tuturnya.

Dengan sistem tersebut, Disdikbud Kukar kini mulai memiliki data master sekolah yang lebih lengkap terkait kebutuhan sarpras masing-masing sekolah.

Data itu nantinya menjadi dasar pengajuan bantuan, baik dari pemerintah pusat, APBD Kukar, maupun dukungan perusahaan dan pihak lainnya.

"Jadi saat ada bantuan revitalisasi atau bantuan lainnya, kami tinggal mengajukan berdasarkan data yang sudah ada," katanya.

Selain sarpras, Disdikbud Kukar juga merapikan berbagai data pendidikan lainnya dengan melibatkan pihak sekolah.

Saat ini, Bidang SMP Disdikbud Kukar menangani sekitar 165 sekolah SMP, termasuk sekitar 50 sekolah swasta.

"Setiap sekolah punya kondisi yang berbeda-beda. Ada yang ruang kelasnya rusak, ada yang belum punya toilet, ada juga yang kekurangan mebel. Jadi tidak bisa disamaratakan,"tambah Emi.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, menegaskan pentingnya akurasi data yang dimiliki Disdikbud Kukar.

Menurutnya, data yang valid akan mempercepat pembangunan sektor pendidikan di Kukar.

"Kami berharap pembenahan data yang dilakukan Disdikbud dapat menjadi dasar perencanaan program pendidikan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan sekolah di daerah,"ucapnya. (dri)



Pasang Iklan
Top