
Camat Balikpapan Utara, Umar Adi, Jumat (22/5/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, cuaca ekstrem, hingga ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada pertengahan hingga akhir 2026.
Di Kecamatan Balikpapan Utara, warga diminta lebih waspada menghadapi cuaca panas disertai angin kencang yang berpotensi memicu kebakaran permukiman. Sementara hujan deras yang datang tiba-tiba juga dinilai rawan menyebabkan pohon tumbang dan genangan di sejumlah titik.
Camat Balikpapan Utara, Umar Adi mengatakan sebagian besar kasus kebakaran masih dipicu kelalaian masyarakat, mulai dari membakar sampah sembarangan, korsleting listrik, hingga kebocoran gas rumah tangga.
“Sekarang cuaca tidak menentu. Ketika panas dan angin kencang, api sangat mudah membesar, karena itu masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan,” ucapnya, pada hari Jumat (22/5/2026).
Ia juga meminta warga rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Kabel rusak dan sambungan listrik yang tidak layak disebut berpotensi memicu percikan api dan kebakaran.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak menggunakan peralatan elektronik secara berlebihan agar tidak terjadi beban listrik berlebih. Di sisi lain, Umar juga mengingatkan warga agar tetap berhati-hati saat hujan deras dan angin kencang melanda.
"Jangan berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang karena rawan tumbang. Utamakan keselamatan diri dan keluarga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan, Usman Ali mengatakan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El Nino yang diperkirakan mulai terasa pada Juli hingga September 2026.
Usman Ali mengatakan ancaman utama yang diantisipasi meliputi kekeringan, menurunnya pasokan air bersih, hingga meningkatnya risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Menurutnya, BPBD telah memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga unsur masyarakat untuk menghadapi potensi bencana tersebut.
“Kami sudah melakukan imbauan kepada masyarakat dalam menghadapi El Nino. Artinya penghematan penggunaan air, kemudian masyarakat diharapkan tidak bakar-bakar sampah di sekitar rumah, apalagi membakar untuk membuka lahan,” ujar Usman.
Pemerintah berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran liar, menghemat penggunaan air, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di kawasan permukiman maupun hutan. (Las)