
Warga binaan Lapas Tenggarong yang tengah bercocok tanam, Jumat (22/5/2026.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Lapas Kelas IIA Tenggarong terus melakukan berbagai upaya pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan dan mampu kembali diterima di masyarakat setelah bebas nanti.
Program pembinaan tersebut tidak hanya dilakukan di dalam Lapas, namun juga mulai dikembangkan di luar lingkungan Lapas dengan pengawasan dan seleksi yang ketat.
Sejumlah kegiatan yang telah dijalankan seperti tempat cuci kendaraan, bercocok tanam, hingga beternak ikan. Nantinya, Lapas juga berencana menghadirkan sebuah kafe yang nantinya akan dikelola oleh warga binaan terpilih.
Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa mengatakan, seluruh kegiatan di luar Lapas dilakukan sesuai aturan dan regulasi yang berlaku.
"Semua ada mekanismenya, ada aturannya, ada regulasinya. Selain itu juga ada perekaman dan CCTV untuk pengawasan," ujarnya pada KutaiRaya.com, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, warga binaan yang diperbolehkan mengikuti program di luar lapas bukan dipilih secara sembarangan. Mereka harus melalui proses asesmen dan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).
"Pengawasannya juga sudah ada regulasinya. Mereka yang dikeluarkan memang sudah waktunya untuk diasimilasi, sudah melalui TPP, ditandatangani dalam rapat, dan tetap dikawal," jelasnya.
Saat ini, terdapat sekitar 20 warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pembinaan tersebut. Sementara itu, pengawasan dilakukan oleh sekitar 10 petugas yang dibagi di beberapa titik kegiatan.
Program pembinaan di luar Lapas ini juga terus berkembang. Salah satunya dengan pembangunan kandang ayam sebagai bagian dari pelatihan peternakan bagi warga binaan.
Menurutnya, peserta program dapat berubah sesuai keputusan dan persyaratan yang berlaku. Penilaian dilakukan berdasarkan administrasi, masa hukuman, hingga tingkat risiko masing-masing warga binaan.
"Yang dikeluarkan ini sudah melalui asesmen dari TPP dan mengalami penurunan tingkat risiko. Jadi yang ikut program ini merupakan warga binaan dengan risiko rendah," katanya.
Melalui program tersebut, pihaknya berharap warga binaan memiliki keterampilan kerja, mental yang lebih siap, dan mampu mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, mengapresiasi proses pembinaan yang dilakukan Lapas Tenggarong.
"Hari ini kita berkunjung ke Lapas Tenggarong untuk melaksanakan kegiatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke 62 sekaligus melihat langsung kondisi lapas. Dari kunjungan tersebut, kami sangat bangga dengan proses pembinaan yang dilakukan," ujarnya.
Ia menilai, program pembinaan di Lapas menjadi langkah penting untuk membantu warga binaan kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat nanti.
"Pembinaan-pembinaan yang dilakukan itu sangat luar biasa untuk mengembalikan warga masyarakat agar bisa kembali beraktivitas di tengah-tengah masyarakat," tutupnya. (*Zar)