
SPBU Belida, Rabu (20/5/2026).(Foto: Achmad Rizki/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (Kutairaya.com): Sejumlah warga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengaku resah atas kebijakan pemerintah terkait pengetatan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, termasuk di Kecamatan Tenggarong.
Pasalnya, BBM bersubsidi itu hanya boleh dibeli oleh pengendera motor dan mobil, dengan catatan berkapasitas mesin hingga 1.400 cc.
Sedangkan kendaraan roda 4 di Tenggarong sebagian besar berkapasitas 1.500 cc.
Kebijakan ini akan diberlakukan per 1 Juni 2026 mendatang.
Salah seorang warga, Budi Santoso menilai kebijakan ini memberatkan pengendara, terlebih kendaraan roda 4 yang memiliki kapasitas 1.500 cc, yang digunakan untuk usaha.
"Kalau pengendara mobil niaga, harus membeli BBM nonsubsidi pastinya berat dan menambah biaya operasional. Sedangkan perekonomian daerah saat ini melemah," kata Budi kepada KutaiRaya.com, Rabu (20/5/2026).
Ia mengatakan, untuk pengetatan pendistribusian BBM bersubsidi agar tepat sasaran, cukup menggunakan barcode.
Tapi barcode itu harus sesuai dengan fisik kendaraannya hingga surat-suratnya.
"Ini untuk mencegah barcode itu tak disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab," tuturnya.
Dia berharap masyarakat tidak dibebankan dan dipersulit dalam mendapatkan BBM bersubsidi.
Menanggapi hal itu, Pengawas SPBU Belida, Sugiono menjelaskan, belum mengetahui keputusan pasti terhadap kebijakan tersebut.
Jika wacana itu direalisasikan, maka pihaknya akan mengikuti arahan dari Pertamina.
Untuk saat ini, belum ada pembatasan pendistribusian BBM dengan kategori berdasarkan kapasitas mesin.
"BBM subsidi memang dijatah, untuk pembatasannya atau berhak memperoleh ialah yang memiliki barcode, sehingga dipastikan pendistribusian ini tepat sasaran," kata Sugiono.
Ia menegaskan, untuk harga BBM Pertalite, yakni Rp 10 ribu/liter, Pertamax Rp 12.600/liter, Bio Solar Rp 6.800/liter, Dexlite Rp 26.600/liter.
"Yang mengalami kenaikan harga ini hanya Dexlite, yang sebelumnya hanya Rp 24.150/liter. Kenaikan harga Dexlite itu telah dirasakan sebulan yang lalu," ucapnya. (Ary)