
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kaltim, Yulianto. Rabu, (20/05/2026).(Foto: Abi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim), membenarkan adanya sosok yang disebut sebagai “sniper”, dalam jaringan peredaran narkoba di kawasan Gang Kedondong, Samarinda. Istilah tersebut digunakan oleh kelompok pelaku untuk mendeskripsikan orang-orang, yang bertugas memantau pergerakan aparat maupun orang asing yang masuk ke wilayah tersebut.
Keberadaan pengawas lapangan dalam jaringan narkoba menunjukkan bahwa, peredaran narkotika di sejumlah kawasan telah berjalan secara terorganisir. Modus pemantauan terhadap aparat dan lingkungan sekitar, menjadi tantangan tersendiri bagi penegakan hukum, karena informasi pergerakan petugas dapat dengan cepat diteruskan kepada pelaku utama, untuk menghindari penggerebekan maupun pengamanan barang bukti.
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kaltim, Yulianto, mengatakan bahwa, keberadaan sniper terungkap setelah aparat melakukan penegakan hukum, dan pemeriksaan terhadap sejumlah pelaku yang diamankan dalam operasi pemberantasan narkoba.
“Istilah sniper itu muncul dari kalangan mereka sendiri, setelah dilakukan pemeriksaan. Mereka menyampaikan ada orang-orang yang bertugas mengawasi siapa saja yang masuk ke lokasi, kemudian difoto dan diinformasikan kepada orang-orang di dalam,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, peran sniper menjadi salah satu kendala aparat saat melakukan penggerebekan, di kawasan yang diduga menjadi kampung narkoba tersebut. Sebab, keberadaan aparat kerap lebih dulu diketahui jaringan di dalam lokasi.
“Kalau mereka mencurigai ada polisi atau aparat penegak hukum yang masuk, informasi itu langsung diteruskan. Itu sebabnya sering muncul anggapan penggerebekan di kampung narkoba bocor. Nah, itulah peran sniper,” katanya.
Yulianto mengungkapkan, dalam operasi yang dilakukan di Gang Kedondong, aparat mengamankan satu orang yang diduga berperan sebagai sniper. Ia menyebutkan bahwa, penangkapan tersebut dilakukan jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim.
“Di Gang Kedondong kemarin memang ada satu sniper yang diamankan, karena perannya juga terlibat di situ,” jelasnya.
Sementara terkait dugaan keberadaan sniper di kawasan Gang Langgar, Yulianto menekankan, jika kasus tersebut ditangani langsung oleh Bareskrim Polri, sehingga pihaknya belum dapat memastikan jumlah maupun peran para pelaku yang diamankan.
“Kalau yang di Gang Langgar itu ditangani Bareskrim Polri. Kami belum bisa memastikan berapa orang yang berperan sebagai sniper. Teman-teman media bisa cross check langsung ke Bareskrim,” tutupnya. (*Abi)