• Jum'at, 05 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kabid Binpres Dispora Kukar, Rita Agustina.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Kebijakan pemerintah pusat yang meniadakan Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Prapopnas) mulai menjadi sorotan sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kalimantan Timur. Salah satunya datang dari cabang olahraga Gulat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Sekretaris Gulat Kukar, M. Juliharto mengatakan, untuk cabang olahraga Gulat, sebenarnya selama ini tidak selalu melalui tahapan Prapopnas sebelum menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

Menurutnya, Gulat biasanya langsung mengikuti Popnas tanpa melewati ajang Pra Popnas seperti beberapa cabang olahraga lainnya.

"Kalau khusus cabor Gulat, mungkin kita memang tidak pernah mengikuti Prapopnas. Biasanya kita langsung ke Popnas," ujarnya pada KutaiRaya.com, Jumat (15/5/2026) lalu.

Ia menjelaskan, berbeda dengan cabang olahraga beregu yang memiliki tahapan kompetisi wilayah atau Pra Popnas, Gulat lebih sering menggunakan sistem seleksi melalui kejuaraan tingkat daerah maupun provinsi.

"Kalau Gulat sendiri langsung tujuannya ke Popnas. Kalau untuk pelajar, biasanya seleksinya lewat Kejurprov. Kadang dari POPDA juga bisa langsung ke Popnas," katanya.

Pada pelaksanaan Popnas terakhir di Jakarta, cabor Gulat Kukar bahkan mampu mencatatkan hasil membanggakan. Atlet-atlet muda Kukar berhasil menyumbangkan medali untuk daerah.

"Alhamdulillah, kemarin di Popnas Jakarta kita berhasil meraih satu emas dan satu perunggu dari tiga atlet yang lolos," jelasnya.

Meski demikian, ia mengungkapkan masih ada persoalan lain yang menjadi perhatian pihaknya, terkait Desain Olahraga Daerah (DOD) di Kukar. Ia mengaku cabor Gulat belum masuk dalam program tersebut.

"Kondisinya sekarang di Kukar ada DOD, tetapi cabor Gulat belum masuk di dalamnya. Itu yang kami pertanyakan, kenapa bisa begitu," katanya.

Ia menjelaskan, sebelumnya memang sempat ada usulan terkait kuota atlet. Namun, pihaknya memilih menolak karena khawatir menimbulkan kecemburuan di antara atlet akibat pengurangan kuota.

"Awalnya kuota empat atlet dikurangi jadi tiga. Kami menolak karena takut menimbulkan kecemburuan dan berdampak pada mental anak-anak," jelasnya.

Walaupun menghadapi berbagai keterbatasan, Gulat Kukar tetap berupaya menjalankan pembinaan atlet pelajar secara maksimal. Hasil yang diraih di Popnas menjadi bukti bahwa pembinaan tetap berjalan baik.

"Walaupun beberapa tahun tidak ada, kita tetap melaksanakan pembinaan. Hasilnya juga cukup baik, tiga atlet lolos dan berhasil membawa medali," tuturnya.

Sementara itu, Kabid Binpres Dispora Kukar, Rita Agustina menerangkan, ditiadakannya Pra Popnas dari kebijakan pemerintah pusat, pihaknya tidak terlalu banyak bersteatmen karena kondisi anggaran di Indonesia saat ini.

"Untuk saat ini mungkin arahnya ke provinsi, tetapi di Kukar kami akan terus berupaya melakukan pembinaan atlet maupun cabang olahraga," pungkasnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top