
Ketua IKAMBA Kaltim, Pulinus Dugis. Jum
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Paguyuban Ikatan Keluarga Manggarai Barat (IKAMBA) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi melantik jajaran pengurus baru dengan membawa sejumlah program sosial, dan penguatan solidaritas warga Manggarai Barat di Benua Etam. Salah satu program yang langsung diperkenalkan ialah “G100”, gerakan pengumpulan dana Rp100 ribu per anggota, untuk pembangunan rumah bersama IKAMBA. Jum
Pembentukan program sosial berbasis gotong royong dinilai penting, di tengah meningkatnya kebutuhan solidaritas antarwarga perantauan, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial. Selain memperkuat ikatan kekeluargaan, keberadaan organisasi paguyuban juga menjadi wadah untuk menjaga identitas budaya, sekaligus membantu anggota yang menghadapi kesulitan ekonomi maupun kebutuhan pendidikan di daerah rantau.
Ketua IKAMBA Kaltim, Pulinus Dugis mengatakan, jumlah warga Manggarai Barat yang telah terdata di Kalimantan Timur mencapai sekitar 6.000 orang. Ia sekaligus meluruskan informasi, yang sebelumnya sempat disampaikan dalam sambutan acara.
“Data yang sudah terkumpul untuk IKAMBA Kalimantan Timur itu sekitar 6.000 orang, bukan hanya Samarinda. Itu data yang sudah kami luncurkan tadi,” ujarnya.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 54 pengurus dilantik untuk mengisi berbagai bidang organisasi. Pulinus menegaskan setelah proses pelantikan selesai, seluruh pengurus diharapkan langsung aktif menjalankan roda organisasi, dan menyusun program kerja lanjutan.
“Tentu seluruh pengurus yang dilantik harus mengambil bagian dalam pengurusan ini, dan benar-benar bekerja di dalam roda organisasi dengan baik,” katanya.
Ia menjelaskan, program “G100” menjadi salah satu prioritas awal organisasi. Melalui program tersebut, setiap anggota IKAMBA diwajibkan menyumbang Rp100 ribu untuk mendukung pembangunan rumah bersama organisasi.
“IKAMBA ini akan memiliki rumah bersama. Rumah bersama ini tidak boleh dimonopoli satu orang, tapi milik seluruh anggota. Jadi G100 itu program setiap anggota wajib mengumpulkan Rp100 ribu, untuk pembentukan rumah bersama,” jelasnya.
Selain itu, IKAMBA juga menaruh perhatian pada bidang pendidikan melalui program “pesta sekolah”, yakni gerakan pengumpulan dana untuk membantu biaya pendidikan anak-anak, dari keluarga kurang mampu.
“Kalau ada anak yang ingin kuliah tapi terkendala biaya, IKAMBA melakukan pesta sekolah. Jadi anggota wajib membantu pengumpulan dana. Bahkan dua minggu lalu kami baru melaksanakan, dan hasilnya puluhan juta rupiah,” ungkap Pulinus.
Ia menyebutkan bahwa, bantuan pendidikan yang terkumpul kadang bisa mencapai Rp80 juta, tergantung kebutuhan penerima bantuan.
Pulinus juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur dalam acara tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi sinyal positif, bagi organisasi kemasyarakatan untuk terus berkembang dan berkontribusi menjaga kondusivitas daerah.
“Kita bersyukur pemerintah provinsi mendukung organisasi masyarakat seperti IKAMBA ini. Tadi juga diarahkan agar bersama-sama menjaga Kaltim tetap kondusif,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengatakan, warga Manggarai Barat yang tinggal di Kalimantan Timur merupakan bagian penting dari masyarakat Kaltim.
Ia menyampaikan, jumlah warga Manggarai Barat yang telah ber-KTP Kaltim mencapai lebih dari 22 ribu orang.
“Ternyata keluarga Manggarai Barat di Kalimantan Timur itu ada 22.000 lebih yang sudah ber-KTP Kaltim. Tentu menjadi bagian dari penduduk Kaltim,” ujarnya.
Seno berharap, keberadaan IKAMBA dapat ikut memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga keharmonisan sosial di Kalimantan Timur.
“Kami berharap mereka bersama-sama ikut melestarikan budaya lokal, bergotong royong, membuat Kaltim kondusif, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (*Abi)