• Jum'at, 15 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Gedung RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak Minggu (3/5/2026), (Foto : Andri wahyudi/kutairaya.com)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Idris (AMI) Muara Badak ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada awal Juni 2026.

Saat ini proses rekrutmen tenaga kesehatan dan penyelesaian administrasi masih menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) sebelum operasional penuh dijalankan.

Direktur RSUD AMI Muara Badak, Achmad Fauzan mengatakan, rumah sakit sebenarnya sudah mulai memberikan pelayanan terbatas untuk masyarakat sekitar, khususnya bagi pasien dengan keluhan ringan pada jam kerja.

Namun, operasional penuh masih menunggu pemenuhan kebutuhan tenaga medis dan penyelesaian legalitas kelembagaan.

"Untuk layanan dasar sebenarnya sudah bisa, karena dokter dan perawat sudah ada. Kalau ada masyarakat sekitar yang ingin berobat ringan, bisa kami layani. Tapi memang belum dibuka secara penuh karena tenaga kesehatan masih belum terpenuhi," ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Fauzan menjelaskan, selain menyiapkan sumber daya manusia, pihak rumah sakit juga tengah mempersiapkan aktivasi operasional, legalitas, serta proses menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan proses persiapan akreditasi Rumah Sakit. Dari sisi sarana dan prasarana, sebagian besar peralatan dasar disebut sudah tersedia.

Dari sisi sarana dan prasarana, sebagian besar peralatan dasar disebut sudah tersedia.

"Harapan kami tentu sama dengan masyarakat, rumah sakit ini segera beroperasi penuh dan memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Muara Badak dan sekitarnya. Kendala utama saat ini ada pada pemenuhan tenaga kesehatan," tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufidah, menegaskan proses rekrutmen tenaga kesehatan saat ini masih berlangsung dengan kehati-hatian, terutama dalam memastikan kesiapan anggaran pembayaran gaji.

"Rekrutmen sudah berproses ke tahap selanjutnya. Kami harus memastikan dulu ketersediaan pembiayaan agar tidak menimbulkan persoalan baru. Target kami awal Juni tenaga yang sudah lolos seleksi bisa mulai dipekerjakan," katanya.

Ia menjelaskan, tenaga yang direkrut saat ini masih berstatus non-ASN dengan pola kontrak tahunan, mengingat formasi ASN untuk rumah sakit baru tersebut belum tersedia.

Pemenuhan tenaga juga dilakukan secara bertahap dengan prinsip efisiensi, menyesuaikan perkembangan layanan dan jumlah kunjungan pasien.

"Kami penuhi dulu tenaga minimal sesuai jenis layanan wajib, seperti dokter, perawat, radiografer, hingga tenaga teknis lainnya. Jumlahnya akan terus disesuaikan dengan perkembangan operasional rumah sakit," tambah Ismi.

Kehadiran RSUD AMI Muara Badak sendiri mendapat sambutan besar dari masyarakat sekitar, termasuk warga Kecamatan Muara Badak, Marangkayu, dan wilayah pesisir lainnya yang selama ini harus dirujuk ke Samarinda atau Bontang untuk mendapatkan layanan rumah sakit.

Kepala Desa Tanjung Limau, Suriyandi, mengatakan, masyarakat kini menaruh harapan besar agar rumah sakit segera diresmikan karena bangunan fisik telah rampung.

"Masyarakat sudah banyak bertanya kapan rumah sakit ini mulai beroperasi. Selama ini kalau mau berobat atau operasi kami harus ke Samarinda atau Bontang. Dengan adanya rumah sakit ini tentu akses kesehatan jadi jauh lebih dekat," ucapnya.

Ia berharap pemerintah segera mempercepat operasional penuh RSUD AMI Muara Badak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat pesisir Kukar. (dri)



Pasang Iklan
Top